Pelajaran perjalanan #1: Travel teaches toleration

…mereka telah mengajari saya tentang arti dari hidup… dari mereka saya menjadi tahu, bahwa hidup itu adalah… TOLERANSI !!!

Karena merasa telah terlalu lelah mengelilingi Jawa tengah dan Jogjakarta selama 7 hari, maka saya memutuskan untuk menggunakan transportasi bus sekali jalan untuk pulang ke palembang. Saya pun membeli tiket bus kelas eksekutif dengan maksud dapat benar2 istirahat selama perjalanan pulang. Sewaktu memasuki terminal kota semarang, bus mengangkut penumpang lain, yang kalau saya duga mereka adalah anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang kira2 berumur 6-7 thn. Waktu itu malam hari, ketika semua orang di dalam bus sedang tertidur pulas termasuk saya, untuk kemudian terbangun karena si anak tadi berteriak kegirangan ketika mengetahui bahwa di dalam bus itu terdapat AC, selimut, bantal, tv, dll. Ugh.. saya pikir, alangkah kampungnya anak ini. Esok harinya, kelakuan anak tadi tambah menjadi2, bermain di dalam bus, tertawa terbahak2, loncat sana loncat sini, dan hal2 aneh lainnya ia lakukan. Saya benar2 terganggu dibuatnya…

Celakanya…sang ayah tidak sedikitpun menenangkan si anak, malah sang ayah menemani sang anak bermain dan tertawa. ingin sekali rasanya saya menegur mereka dengan nada yang tinggi, menyarankan mereka untuk mengecilkan volome suara atau bahkan untuk diam. Namun saat itu… saya kemudian mengamati penumpang seisi bus yang didominasi oleh orang2 dewasa (30 th keatas), mereka semua seakan tidak terganggu dengan ulah si anak. padahal suara anak itu benar2 menggangu kami seisi bus, tapi mengapa mereka penumpang lain malah tidak mau ambil pusing dgn kelakuan si anak, mengapa malah saya yang masih muda yang malah kehilangan kesabaran atas kelakuan anak itu.

Disinilah saya mulai berfikir… bahwa mereka, para penumpang lain, yang berumur kebanyakan 30th keatas, telah memperlihatkan kepada saya ttg arti dari hidup.
mereka tidak tuli dgn mengabaikan suara si anak yang sangat mengganggu telinga,
mereka tidak buta dgn tidak mengacuhkan kelakuan si anak yang lompat sana lompat sini, tapi mereka telah menunjukkan saya kedewasaan seorang “Dewasa”.
mereka telah memberi saya pelajaran ttg arti dari hidup. maka saya pun berusaha mencoba untuk tidak memperdulikan tingkah anak itu, mencoba untuk memaklumi semua kelakuannya..

Satu lagi pelajaran ttg hidup yang saya dapatkan dari sebuah perjalanan…
ya.. hidup itu TOLERANSI.

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: