Interior & Arsitektur Fotografi

Objek foto Architecture dan interior adalah bangunan. ia dapat berupa gedung-gedung pencakar langit,mall,hotel,restaurant,real estate, bangunan tua, tempat ibadah, dan lain2.

Pemotretan Architechture harus dibedakan dengan pemotretan pemandangan (landscape) atau fine art. sebuah foto meskipun mengandung unsur arsitektur, tidak dapat dikatakan foto arsitekture apabila bangunan dalam foto tersebut aspek yang ditekankan fotografer bukan karya arsitektur yang terdapat dalam foto.

Adapun tips2 untuk melakukan pemotretan  Architecture dan interior antara lain :

Langkah pertama adalah observasi :

Pemotretan Architecture dan interior tujuan utamanya adalah menampilkan unsur2 arsitektur ataupun interior suatu bangunan.

Fotografer ditantang untuk dapat menghadirkan keunggulan arsitektur ataupun interior suatu bangunan dalam karya fotonya, sehingga sebelum melakukan pemotretan sebaiknya riset dulu.

Untuk pemotretan Interior, survei untuk kejelasan ruangan2 mana yang harus difoto, serta kesiapan ruangan tersebut untuk pemotretan. Apa yang kita foto harus jelas, ada ruang tamu,ruang makan,dll. Ruang yang akan difoto akan diminimalkan atau kesan akrab dengan banyakpernik2. minimal artinya, ada kursi,horden sudah cukup. Kemudian apakah horden dan kursi sudah matching ? kalau ada perlengkapan tambahan seperti asbak,atau vas bunga apakah sudah siap. jangan sampai waktu habis un tuk menunggu vas bunga. Ketika kita datang untuk melakukan pemotretan, kondisinya harus sudah siap difoto, jangan sampai lantai masih kotor,halaman belum disapu atau genteng masih harus dicat, dan lain2.

Sedangkan untuk pemotretan Architecture, ada baiknya kita pelajari dulu bangunan tsb.

Pertama, posisi gedung itu dimana, angle terbaik itu di mana, sinar matahari datang dari mana, jam terbaik motret itu jam berapa.

Kedua, karakter bangunan, yang meliputi tentang : arsitekturnya dibuat tahun berapa, langgam arsitekturnya pada saat itu langgam apa, latar belakang bangunan itu bagaimana, arsiteknya siapa, konsepnya seperti apa.

sehingga waktu bangunan itu difoto bisa menggambarkan secara jelas,utuh,dibelakang bangunan itu apa,tidak hanya sekadar bangunan yang mati.

untuk saya pribadi, ketika melakukan pemotretan sebuah masjid Agung palembang (foto 1), membutuhkan waktu 3 hari.

dimana hari ke-1 saya gunakan untuk melakukan survei gedung tsb. mencari angle yang pas untuk pemotretan, jam terbaik, dan mencari unsur2 lainnya yang dapat saya gunakan untuk dapat menambah keindahan bangunan tsb. Selain itu, hari ke-1 juga saya gunakan sebagai ajang perkenalan dgn bangunan tsb. jepret sana jepret sini, untuk kemudian hasilnya dievaluasi dirumah, dan mencari sisi yang dapat ditonjolkan dari bangunan tsb.

Hari ke-2 saya gunakan untuk eksekusi. Setelah mengevaluasi hasil foto2 hari ke-1, maka saya memutuskan untuk melakukan pemotretan pada tengah hari. karena selain untuk mendapatkan detail bangunan yang maksimal, saya juga bermaksud untuk memanfaatkan awan yang biasanya tampil menawan pada waktu tengah hari, sebagai unsur tambahan untuk memperindah foto tsb.

Sayangnya,terdapat masalah non-teknis yang membuat saya mengurungkan eksekusi pada hari itu, yaitu tidak tampaknya awan sebagaimana seperti yang saya inginkan.

Maka saya pun kembali lagi ke lokasi pada hari ke-3. pada hari ke-3 inilah saya berhasil mendapatkan hasil foto yang cukup memuaskan bagi saya.

foto 1
foto 1

Kemudian yang paling penting pada pemotretan architecture dan interior adalah permainan cahaya. Tata cahaya pemotretan arsitekture dan interior paling rumit dan kompleks. Pengukuran cahaya harus dilakukan seakurat mungkin hingga dapat mengangkat unsur arsitekture yang kuat sesuai dengan apa yang ingin ditonjolkan. kita mesti hati2 mengukur cahaya, dan kita harus punya pedoman ukuran cahaya dari satu bagian objek sebagai patokan bagi bagian2 objek yang lainnya sehingga hasil fotonya nanti berdimensi,juga muncul karakternya.

Pemotretan arsitekture dan interior harus melalui perhitungan yang matang, tidak mungkin improvisasi. Pengalaman sangat berperan dalam hal ini.

    • nina
    • June 15th, 2009

    sip sip…
    makasih infonya mas

    • mm
    • June 16th, 2009

    thanks infonya mas.
    fotonya mantep.
    salam kenal.

    • KIK
    • October 21st, 2009

    ada yang saya tanyain lo blh, apakah keindahan utama dari fotografi bangunan tersebut hanya warna , cahaya, & perspective angle-nya, jika itu bisa berikan tips agar ke3 faktor itu bsa di dapat dalam foto arsitektur,,hehehe sory brow ak nak arsitek pgen blajar fotografi arsitektur

    • ariefz
    • October 30th, 2009

    nice blog dit, either the informartion about photography…. keep blogging………salam

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: