Story of “The Book” and “The Girl”

“Ternyata terdapat persamaan antara membeli sebuah buku
dengan Menjalin sebuah hubungan”

Mari kita berkhayal kawan, suatu ketika kita sedang berjalan-jalan di sebuah toko buku yang cukup nyaman, kemudian tanpa sengaja mata kita tertuju pada sebuah buku. Ya, buku yang berbeda dari  yang lainnya, karena sampulnya, judul nya, bagaikan memaksa kita untuk mengenalnya lebih jauh! Mendekati kemudian menyentuh, itulah yang akan kita lakukan sebagai pemenuhan hasrat akan keingintahuan terhadap buku itu.  Membolak balik, mencari tahu siapakah gerangan orang dibalik terciptanya buku itu, harganya, dan masih byk lagi hal yang ingin kita ketahui ttg buku tsb. Detik selanjutnya kita gunakan untuk membaca resensi yang ada di sampul bagian belakang, dengan harapan bisa mendapatkan gambaran  kecil ttg isinya, apakah ringan tapi padat ataukah padat tapi ringan. Ketika akhirnya, setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang, dan kita merasa menemukan keasyikan dengan buku tsb, barulah kita putuskan untuk membelinya, membawanya pulang kerumah,  dan menghabiskan waktu kita untuk mengenal buku tsb lebih jauh lagi.

Taukah anda kawan, bahwa hal yg sama pun terjadi ketika kita ingin menjalin hubungan dengan seorang wanita. Ketika pada sebuah kesempatan di sore hari yang cerah, mungkin anda sedang berada di sebuah taman kota, sedang asik memotret, ataupun sedang ber-jogging ria. Kemudian anda melihat seorang wanita yang juga sedang asik bermain di taman tsb. Dia cantik, menarik, bahkan senyumnya mampu mempesona anda walau hanya untuk sepersekian detik. Sadar atau tidak, itu sama halnya seperti ketika anda melihat  cover sebuah buku di toko buku. Pandangan pertama tertuju pada fisiknya, “perasaan cinta pada pandangan pertama” :)

-Next-
Tidak puas hanya dengan melihatnya, anda ingin mengetahui lebih jauh ttg sosok wanita itu, ingin mengetahui namanya, alamat, dan semua hal ttg dirinya. Anda pun mulai mengajaknya berkenalan, dan memberanikan diri menawarkan untuk mengantarnya pulang, diakhiri dengan permohonan untuk bertemu lagi keesokan harinya.

-Next Day-
Kalian berdua sedang berada di dalam sebuah cafe, menikmati secangkir cappucino sambil terus berbincang dengan asiknya, tatapan matanya sungguh mempesona anda, dan hati anda pun berkata yes, she’s the girl !

Hari demi hari berlalu, dan saat itu pun tiba. Ketika anda memutuskan untuk “membelinya”, ups maaf.. maksud saya adalah memintanya untuk menjadi kekasih hati anda. Dengan kata-kata yang telah disusun satu minggu sebelumnya, anda pun menyatakan perasaan anda kepada si dia, dan gayung pun bersambut, jadilah hari itu menjadi milik kalian berdua.

——————————————————————————————-

Inilah yang sedang terjadi dalam hidup saya, jika melihat ttg tulisan di atas, mungkin posisi saya sekarang adalah sedang berada dalam sebuah toko buku, sedang membolak-balik sebuah buku, dan membaca resensi ttg buku tsb, melihat harganya, juga sedang mempertimbangkan untuk membeli atau tidak membeli.

Tapi saya merasa tidak se simple itu.. karena ada perbedaan yang sangat kompleks antara membeli sebuah buku, dgn memulai suatu hubungan dgn seseorang.

Ketika kita ingin membeli sebuah buku, hanya ada satu pihak yang berkuasa untuk mengatakan “YA” atau “TIDAK”. Dalam hal membeli sebuah buku, kita memiliki kekuasaan penuh untuk membeli buku tsb, atau untuk tidak membelinya. Jika kita merasa cocok dgn buku tsb, kita bisa dgn gampang untuk membelinya, dan sebaliknya ketika kita merasa tidak cocok dgn buku tsb, maka dgn gampang pula kita membatalkan untuk membeli buku tsb. Hal ini tidak terjadi dalam hal menjalin sebuah hubungan. Dalam hal ini, ada dua pihak yang sama2 memiliki kuasa untuk mengatakan “YA” atau “TIDAK”. Jika si lelaki meminta sang si untuk menjadi kekasihnya, si wanita mempunyai pilihan untuk mengatakan “YA” ataupun untuk mengatakan “TIDAK”. Ini sangat berbeda dengan sebuah buku yang tidak memiliki kuasa, yang hanya menurut apabila hendak dibeli. Hal ini pulalah yang membuat saya ragu untuk menyatakan apa yang saya rasakan kepada si dia. Karena jujur, saya merasa belum bisa menerima, jika nantinya dia mengatakan tidak untuk rasa ini.

I love you “book” :)
do you love me ?

    • James
    • June 7th, 2010

    Kita tidak akan tau sebelum kita mencoba !

    Blogwalking
    salam

    • silva
    • June 13th, 2010

    membeli bukunya dgn cara yang spesial dong.
    pasti bkunya mau dibeli. :)

  1. so u write blog here, eih adit.
    slalu ke toko buku ya? buku Tiga Venus yg ku minta belum dijumpa,
    tapi ‘buku’ lain yg kamu temui ya adit?
    hihihihihi

    Understand ‘THE BOOK’ Adit,
    She will open up the rest of the world to u.
    Happy birthday and Enjoy the Love! :D

      • aditpermana
      • June 15th, 2010

      hahaha.. ya ikim, saya jumpa “buku” lain.
      btw tapi tetap lah.. kamu “buku” terbaik bagi saya. :)

      btw thanks loft… getting older n older here. haha…

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: