Let’s start Giving!

“Service to others is the rent you pay for your room here on earth.” -Mohammed Ali

Entah kenapa, akhir-akhir ini yang ada di pikiran saya hanyalah ingin menjadi seorang sukarelawan. Ingin sekali bisa berguna bagi lebih banyak orang, ingin sekali rasanya bisa bermanfaat bagi manusia lain. Membantu mereka yang membutuhkan lengan saya, karena lengan mereka tengah disibukkan oleh kemalangan yang sedang mereka hadapi. Atau sekedar membantu mereka yang membutuhkan pikiran saya, karena pikiran mereka tengah disibukkan oleh kesedihan yang sedang melingkupi mereka.
Saya gelisah ketika saya bahkan merasa belum mampu berbuat banyak bagi mereka yang membutuhkan, tetapi telah menerima begitu banyak keberuntungan dalam hidup saya. Dan itulah yang mungkin bergejolak di hati saya belakangan ini. Dari sanalah keinginan untuk membantu dan berbagi meluap memenuhi ruang hati saya. Saya ingin menjadi lebih bermanfaat dari sekedar saya yang sekarang!

Kalau dulu ketika di SMA dan kuliah saya hanya bisa mengadakan Bakti Sosial ke beberapa panti asuhan, tapi sekarang yang ada di otak saya adalah, saya ingin melakukan hal yang lebih besar lagi. Saya ingin membantu, saya ingin berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Saya ingin menjadi seorang relawan kemanusiaan.
Rasanya ingin sekali ikut membersihkan sebuah desa dari kerusakan yang ditimbulkan oleh debu abu vulkanik akibat gunung meletus. Rasanya ingin sekali ikut bergotong royong membuka jalan yang terputus akibat longsor. Rasanya ingin sekali ikut membantu mengangkat tubuh yang sudah tidak bernyawa dari tumpukan puing-puing reruntuhan bangunan akibat gempa, yang tengah dicari oleh keluarganya. Atau bahkan jika hanya bisa sekedar membantu menghibur anak-anak korban bencana alam di sebuah camp pengungsian, membuat mereka agar tetap kuat menghadapi kenyataan yang pahit, bahwa kedua orang tua dan sebagian teman-temannya sudah tiada. Apapun itu, bahkan ketika hal tersebut mengharuskan saya untuk keluar dari kotak nyaman saya selama ini, yang tinggal bersama kedua orang tua, bisa makan enak sesuka hati dan tidur di kasur yang empuk, maka saya akan melakukannya.

“We make a living by what we get, but we make a LIFE by what we give”.
Winston Churchill

Sejujurnya saya bukanlah pribadi yang cengeng, walaupun tidak juga tergolong mereka yang kuat. Tetapi sangat sulit bagi saya untuk mengeluarkan air mata. Karena bagi saya, menangis bukanlah solusi yang dapat menyelesaikan kesulitan yang tengah saya hadapi.
Saya pernah terjatuh dari motor yang mengakibatkan luka cukup parah di bagian kaki saya. Tapi saya tidak menangis. Saya bahkan tertawa di sudut trotoar dengan celana yang robek, dan darah yang mengucur dari dengkul saya.
Pernah pula berkelahi dengan sangat hebatnya, sampai membuat tulang jari kelingking tangan kanan saya berpindah posisi dari posisi yang semestinya. Tapi tetap tidak juga saya menangis. Bahkan saya memutuskan untuk terus berkelahi sampai benar-benar merasa kelelahan dan tidak sanggup untuk berdiri.

Tapi, hal itu menjadi sangat berbeda ketika saya melihat atau mendengar berita tentang bencana, peperangan, kematian, atau pembantaian. Air itu seperti begitu mudahnya keluar dari mata saya. Bahkan, hanya dengan menyanyikan sebuah lagu dari mendiang sang legenda raja Pop Michael Jackson “Heal the World” saja sudah bisa membuat saya mengeluarkan air mata. Padahal seperti yang kalian tau kawan, saya tidak begitu mahir dalam hal bernyanyi. Nada yang saya lantunkan pun 70% fals, dan sisanya biasa-biasa saja.
Hal itu disebabkan karena ketika saya menyanyikan lagu tersebut, imajinasi saya terbang jaauuhh sekali, pikiran saya terbang sangat tinggi. Kepala saya dipenuhi bayangan tentang mereka yang bernasib tidak seberuntung saya, yang untuk makan esok hari saja mereka tidak tahu akan makan apa. Kepala saya sibuk memikirkan mereka yang hidup di tengah daerah konflik, berteman akrab dengan suara letupan senjata api, yang tidurnya tak pernah nyenyak karena dihantui oleh ledakan bom yang bisa terjadi setiap saat. Kepala saya terus membayangkan mereka yang tempat tinggalnya terkena bencana, yang terpaksa harus tidur di barak pengungsian dengan fasilitas kebersihan yang tidak memadai. Memikirkannya bisa membuat hati saya remuk redam, bahkan sampai meneteskan air mata. Ya, seketika saja saya bisa menjadi begitu cengeng.

“He who gives when he is asked has waited too long.” Sunshine Magazine

Hidup itu indah kalau kita bisa saling membantu kawan. Hidup itu terasa sangat indah kalau kita bisa saling berbagi. Dan sebuah kesalahan besar selama ini adalah pemikiran bahwa kita hanya perlu membantu atau memberi ketika sebuah permintaan datang menghampiri kita. Tanpa kita sadari bahwa di luar sana ada banyak sekali orang yang membutuhkan pertolongan kita, yang hanya saja tidak mampu sampai ke hadapan kita. Itulah mengapa jangan sampai kita menjadi mereka yang “terlalu lama menanti, hanya untuk memberi”.
Mari kita bergerak, kawan. Mari kita hampiri mereka yang lengannya tidak mampu sampai untuk datang kepada kita.
Let’s heal the world. For you, for me, for the entire world, for a better world…
———————————————————————————

Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me
(Heal the World -MJ)

  1. :’)
    panggilan hati yang ini adalah sebuah anugerah luar biasa!
    jangan pernah ragu untuk melangkah..

    “yuk nanti jadi sukarelawan di tempat yang sama”
    :D

  2. :’) membantu, entah kenapa selalu mampu membahagiakan diri sendiri. Let’s start giving!

  3. Betul, panggilan hatimu lagi diketuk dit. Berani melangkah?

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: