Jelajahi Negerimu! Cintai Negerimu!

Baru-baru ini saya membaca sebuah tulisan yang ditulis oleh salah seorang teman saya, yang isinya menghujat tentang berbagai “drama” yang sedang terjadi di negeri ini. Tulisan itu pun kemudian dikomentari oleh beberapa orang teman saya yang lainnya. Karena merasa satu ide, mereka pun kemudian bergabung, bersama menghujat pemerintahan, bersama menghujat para pejabat negeri. Dan akhirnya, mereka pun menyudahinya dengan sebuah komentar yang kira-kira seperti ini bunyinya,
“Minta suaka sama Australia yuk, trus pindah kewarganegaraan. Enak kali ya”

Bercanda, Bisa jadi. Tetapi tetap saja saya miris ketika membacanya.
Dimana rasa nasionalisme itu? Dimana rasa cinta akan bangsa itu?
Para pemuda yang seharusnya menjadi tulang punggung sebuah bangsa, yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa untuk menuju ke arah yang lebih baik, malah kemudian membenci negaranya sendiri. Maka jangankan Ibu Pertiwi, Bapak Pertiwi pun akan menangis tersedu ketika melihat kondisi generasi penerus bangsa yang seperti ini.
***

Memang tidak bisa dipungkiri, ketika setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, televisi kita hanya menyuguhkan berita-berita tentang korupsi yang marak terjadi di Indonesia, berita tentang pembunuhan, pembantaian satwa langka, penebangan pohon yang membabi buta, dan hal-hal buruk lainnya, yang perbandingannya sangat jauh jika dibandingkan dengan program acara yang menampilkan tentang keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia, yang hanya tersedia 1x dalam seminggu, dan itupun dengan durasi waktu yang tidak lebih dari 1 jam. Maka bisa dipastikan, bahwa mayoritas orang akan melihat negeri ini dari sisi buruknya saja. Siapa yang tidak akan merasa kesal ketika melihat sebuah negeri yang diisi oleh begitu banyak orang yang menyebalkan seperti ini. Siapa pula yang tidak akan memilih untuk mematikan layar televisinya ketika sang pemimpin negeri terlihat sedang berpidato di layar kaca. Maka klimaksnya adalah, sebuah rasa penyesalan mengapa bisa sampai dilahirkan di sebuah negeri yang bernama Indonesia. Tanpa pernah mereka melihat sisi baiknya dari negeri yang tercinta ini.

Negeri ini membutuhkan generasi penerus yang memiliki rasa nasionalisme tinggi, jiwa kebangsaan yang tinggi. Bukan generasi penerus yang hanya sekedar pintar berhitung, ataupun yang hanya pintar bicara, tanpa ada gerakan yang nyata.
Tetapi bagaimana caranya agar bisa menumbuhkan rasa nasionalisme itu, ketika kata “nasionalisme” itu sendiri telah menjadi seperti tak ubahnya puluhan ribu kata lain yang terdapat di dalam Kamus Bahasa Indonesia. Tak ada lagi getaran di hati ketika menyebut kata itu. Tak ada lagi semangat yang menggelora di dalam dada ketika meneriakkan kata itu. Atau bahkan yang lebih miris lagi, bagaimana cara menumbuhkan rasa nasionalisme itu, ketika kita berhadapan dengan sebuah realita bahwa masih banyak generasi penerus bangsa ini yang bahkan belum mengerti tentang arti dari kata “nasionalisme” itu sendiri.

Taukah kalian kawan, tak perlu setiap saat mendengarkan lagu-lagu kebangsaan untuk menjadi seorang nasionalis. Dan tak perlu pula melakukan upacara bendera setiap waktu, apalagi sampai melakukan penghormatan menghadap sang merah putih berpuluh jam. Cukup jelajahi saja negerimu, kawan. Maka otomatis rasa nasionalisme itu akan tumbuh dan terpatri di dalam diri kalian.
Tak kenal maka tak sayang. Maka, kenalilah negerimu! Lihatlah negerimu dari dekat! jangan hanya mendengar, atau melihat hanya melalui layar televisi. Tapi lihatlah langsung, lihat seperti apa rupa Indonesia itu. Rasakanlah, rasakan seperti apa kehangatan Indonesia itu.

“Bagaimana mungkin kita bisa menjadi nasionalis kalau kita tidak mengetahui keindahan Indonesia dengan mata kepala sendiri? Tak perlu menjadi merah, hijau atau biru untuk menjadi nasionalis. Cukup dengan mengenal sendiri keindahan Indonesia, niscaya kalian akan otomatis menjadi nasionalis”.Soe Hok Gie
***

Dengan menjelajahi Indonesia, berarti kita mendatangi berbagai sudut tempat yang ada di negeri ini, yang artinya kita akan belajar banyak sekali sejarah tentang bangsa ini. Berbeda dengan ketika masa kita di sekolah, yang hanya belajar dan melihat gambar dari dalam buku, maka kali ini kita akan belajar sejarah secara langsung dari lokasi kejadiannya.
Ketika kalian mengunjungi Sumatera Barat, dan berkesempatan untuk melihat sebuah lubang peninggalan Jepang yang terdapat di Bukittinggi, maka kalian akan belajar sejarah secara langsung. Melihat dengan mata kepala sendiri sebuah lubang yang menjadi saksi kekejaman tentara Jepang terhadap rakyat Indonesia pada masa itu, yang dipaksa bekerja keras berpeluh keringat dan darah hanya untuk membangun lubang tersebut. Dan ketika lubang telah selesai dibuat, mereka pun dibantai habis agar kerahasiaan lubang tersebut tetap terjaga. Atau ketika kalian mengunjungi Surabaya yang juga dikenal dengan sebutan sebagai kota pahlawan, maka kalian akan belajar sejarah tentang perlawanan terhebat rakyat Indonesia dalam melawan kolonialisme. Untuk kalian ingat kawan, bahwa setiap jengkal tanah yang ada di negeri ini, ada begitu banyak darah para pahlawan yang tumpah, ada begitu banyak nyawa para pahlawan yang telah gugur demi mempertahankannya.

Tidak perlu melancong ke negara tetangga kalau hanya sekedar ingin melihat bangunan yang memukau. Cukup di negeri sendiri, rumah kita sendiri. Pergilah kalian ke Jawa Tengah. Disana ada sebuah bangunan yang sungguh megah, yang bahkan dunia pun mengakuinya. Yang akan membuat mulut kalian tercekat ketika melihatnya. Borobudur namanya!
Jangan pernah sekali-kali membandingkannya dengan Petronas, ataupun Merlion, karena mereka jauh tak sebanding, mendekati kemegahannya pun tidak. Bahkan jauh sebelum orang Perancis mampu membangun Eiffel, manusia di negeri ini sudah lebih dulu mampu membangun Borobudur. Maka jangan pernah merasa puas hanya dengan melihat gambarnya di buku SD kalian, kawan. Datanglah kesana, sentuhlah reliefnya, rasakan kasarnya batuan yang membentuk bangunan itu, dan pelajari sejarahnya.
Saya yakin, kalimat pertama yang akan keluar dari mulut kalian ketika pertama kali melihat bangunan megah ini adalah, “Oh tuhan.. alangkah cerdasnya manusia negeri ini!!”.

Nah, dari sini kemudian akan tumbuh rasa cinta dan rasa bangga terhadap sebuah negeri. Negeri kita. Indonesia tercinta!
***

Dengan menjelajahi Indonesia, berarti kita mendatangi berbagai sudut tempat yang ada di negeri ini, yang artinya kita melakukan interaksi dengan masyarakat lokal, dan merasakan kehangatan dan keramahan ala Indonesia yang memang sudah terkenal di mana-mana.
Jika di tempat kalian tinggal, kalian hanya mengenal keegoisan, kelicikan, kepalsuan, menjilat atasan, dan hal-hal buruk lainnya, maka sudah saatnya kalian harus melek! Melek mata dan melek hati. Jelajahilah Indonesia, kawan. Berinteraksilah dengan para penduduk lokal. Saya jamin, jika satu kali saja kalian mau melakukannya, yaitu mengunjungi sebuah tempat lain yang ada Indonesia, benar-benar menjelajahi, bukan hanya sekedar datang, bersenang-senang, lalu pulang. Kemudian berinteraksi dengan masyarakat disana. Maka ketika hati kalian sudah tersentuh oleh kehangatan dan keramahan ala Indonesia yang sebenarnya, kalian pun akan mulai mencintai. Dimulai dengan mencintai penduduk lokal tersebut, mencintai bangsa, kemudian dilanjutkan dengan mencintai negeri tempat dimana orang-orang tersebut dilahirkan dan tinggal. Negeri kita. Indonesia tercinta!

Nasionalisme yang sejati..
nasionalismenya itu bukan semata-mata
copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat,
akan tetapi timbul dari rasa
cinta akan manusia dan kemanusiaan.
-Soekarno

Ps: Saya sungguh mencintai Indonesia, mencintai masyarakatnya, mencintai orang-orang yang hidup di dalamnya. Benar-benar mencintai dengan sepenuh hati. Bagi saya, kita semua adalah saudara. *Saya memeluk erat kalian*
***

Dengan menjelajahi Indonesia, berarti kita mendatangi berbagai sudut tempat yang ada di negeri ini, yang artinya kita melihat dengan jelas, dengan mata kepala kita sendiri, bukan dari layar televisi, tapi melihat langsung keindahan yang dimiliki oleh negeri ini.
Pantai-pantai yang mempesona, pegunungan besar dan gagah yang menjulang tinggi. Kita mempunyai alam yang sungguh teramat indah kawan, yang akan membuat mulut kita ternganga ketika menyaksikannya. Tanah yang begitu suburnya, yang bahkan tongkat, kayu, dan batu pun akan menjadi tanaman apabila ditancapkan disana. Lautan dengan hasil ikan yang melimpah, yang  bahkan hanya bermodalkan dengan sebuah kail dan jala pun kita tetap bisa hidup di negeri ini. Hutan yang lebat dan luas, yang menjadi salah satu paru-paru dunia, yang memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia. Rasanya ingin sekali saya berteriak lantang sekuat tenaga, agar bisa didengar dan dipahami oleh banyak orang, meneriakkan kalimat, “Indonesia itu benar-benar indah kawannnnn!!!”.

Kalian tau kawan? Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia.
Dan apabila ada surga di dunia ini, maka itu adalah Indonesia.
Maka jelajahilah, cintailah negeri ini! Negeri kita. Indonesia tercinta!

  1. membicarakan keindahan indonesia, memang tidak ada habisnya mas. sedih adalah ketika yang hidup di atasnya adalah orang-orang yang pesimis akan keadaan negaranya sendiri. bukan orang2 yang bersyukur dan menjadikan kelebihan yang dimiliki sebagai kekuatan untuk menutupi kekurangan yang ada.
    mengutip pula dari buku Tibet di Otak favorit saya, ‘ketika kamu berkeliling ke negara lain, maka sebenarnya kamu sedang melihat negaramu sndiri.’ para pelancong pasti mengamini pernyataan ini :)
    orang-orang yang sibuk menghujat indonesia pastilah mereka yang terjebak pada kubikel kantor setiap harinya, atau mereka yang tertekan oleh berita lebay yang disiarkan televisi.
    aku cinta indonesia :)

    • Iya Kin.. korban pemberitaan media yang menganut faham “bad news = good news”. Tapi sayangnya tidak di imbangi dengan asupan cerita2 dan berita tentang sisi baik dan keindahan Indonesia.
      Apalagi kalo liburan mereka lebih milih keluar negeri. Jadinya, ya seperti itu. Selalu berfikir bahwa rumput tetangga itu lebih hijau, tanpa pernah terfikir untuk menghijaukan rumput sendiri.

      aku cinta Indonesia :D

  2. saya ingat pernah berkata..
    “Indonesia.. kau terlalu indah untuk kutinggalkan. Kau terlalu kaya untuk kupelajari. Sampai mati pun aku tak akan sanggup untuk mengenalmu satu per satu. Kau terlalu ku cintai..”
    tidak ingin hanya mengucap, ingin merealisasikan.
    itu juga yg menjadi alasan saya malas melihat beritaberita di tivi akhirakhir ini..terlalu banyak membual..

  3. Hahaha.. Indonesia Pusaka versi Viky Sianipar yah. :P

    Indonesia tanah air beta
    Pusaka abadi nan jaya
    Indonesia sejak dulu kala
    Tetap di puja-puja bangsa

    Di sana tempat lahir beta
    Dibuai dibesarkan bunda
    Tempat berlindung di hari tua
    Tempat akhir menutup mata

    *plok..plok..plok..plok…*

      • Lusy
      • December 15th, 2011

      wah…adit sudah pintar yah…
      *plok plok plok*

  4. uncle,,,, nggak jadi deh kenzie planning 3 negaranya. kita batalin yah. ntar kasih pengertian pelan2 ke tatao aja.

    • Hahaha.. sip. Nanti kita kasih pengertiannya pelan2 aja ke aunty tata. Kan dia udah ngimpi lamaaaaa bgt mau awal taun di sgpore. =)) hahaha…

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: