Dream Wife. Dream Life. #Randompost

A woman worries about the future — until she gets a husband.
A man never worries about the future — until he gets a wife.

A man never worries about the future until he gets a wife.. #Speechless
Saya selalu memikirkan kalo nanti saya sudah menikah, sudah punya istri, sudah punya anak, sudah punya keluarga, kira-kira masih bisa gak yah kalo saya terus menjalani hobi saya jalan-jalan. Pergi ke berbagai tempat dengan gaya backpacker, atau paling tidak dengan ala flashpacker lah. Kemudian bertemu dengan orang-orang baru, teman-teman baru, mendapatkan tantangan baru, dan tentunya mendapatkan pengalaman yang baru.
“Tapi gimana kalo nanti istri saya tidak menyukai hobi saya yang suka jalan-jalan ya?”
“Gimana juga kalo nanti istri saya marah-marah terus karena melihat suaminya cuma mikirin “next destination” aja, hahaha…”
#Collapse

Entah kenapa, saya begitu mudah terpukau dengan perempuan yang mempunyai hobi bertualang dan jalan-jalan (tapi jalan-jalan dengan gaya backpacker yah). Begitu mudah terpana dengan perempuan yang mau mem-push nyalinya ke level yang lebih tinggi lagi. Begitu mudah saya terpesona dengan mereka para perempuan yang mencintai alam, menyukai tantangan, tidak takut untuk berpeluh keringat, dan tertarik untuk mendapatkan banyak teman baru.

Saya selalu memimpikan bisa jalan-jalan ke berbagai tempat bersama istri. Berdua saja.
Tersesat di sebuah perkampungan, terkunci di sebuah ruangan, berlari kencang karena dikejar hewan buas, bersepeda, panik bersama, tertawa bersama, semuanya bersama.
Kemudian, setelah istri saya melahirkan, setelah kami dikaruniai seorang anak, kami pun tetap menjalani hobi kami seperti biasa. Terus menjelajahi semua tempat yang ada di bumi.
Tetapi kali ini kami pergi bertiga. Ya, bertiga dengan si kecil buah hati kami.

Sebuah tas carrier di punggung saya, berisikan beberapa lembar pakaian saya, beberapa lembar pakaian sang istri, kamera, dan perlengkapan utama lainnya. Dan karena usia anak kami yang masih balita, maka saya pun menggendongnya dibagian depan tubuh saya dengan menggunakan sleepywrap ataupun peralatan menggendong bayi lainnya.
Sedangkan istri saya yang tangguh itu, istri saya yang sungguh saya cintai itu, yang hanya dengan melihat senyumnya saja sudah bisa menghilangkan semua rasa lelah di tiap sendi-sendi tubuh saya, yang hanya dengan melihat senyumnya saja sudah bisa membuat hati saya sungguh merasa tentram dan merasa tenang, terdapat sebuah ransel kecil di punggungnya, sebuah ransel yang berisikan semua perlengkapan anak kami. Mulai dari susu, popok, dot, pakaian, topi, kaus kaki, dan lainnya. Hmm…

Bertiga, bersama kami menjelajahi Indonesia..
Bertiga, bersama kami melihat dunia…
***

Hahaha… #Gulingguling
Cukup ah ngayalnya. Balik maning ning realita : ))
Sebuah tulisan yang benar-benar receh.. receh tapi menggenapkan. hehe.. #Mwahh..

“Oh Tuhan.. Berikanlah saya perempuan yang seperti itu. amin…” #Doasetiapmalam

    • Rey
    • December 15th, 2011

    Nice blog Ms Adit, Salam kenal…
    as u r, I’m interested in photography n now still learn…

    • Hi Rey…
      Thanks for coming here..

      Ah nice.. “Once photography enters your bloodstream, it’s like a disease” hehe…

      Salam kenal..

    • Lusy
    • December 15th, 2011

    :D :D :D

    • Rey
    • December 15th, 2011

    Waah alumni unsri ya…? sy alumni polsri n jg tnggl dipalembang… waah kpn2 bs sharing & mnt diajarin shoot landscape nich…. ha ha

  1. saya bantu amini kak :)

    • niken
    • December 16th, 2011

    Amin…semoga doanya terkabul masé… :)
    Blognya bagus euy, bikin tambah semangat ngeblog :D

    • widyaps
    • December 27th, 2011

    ahahahaha…semoga khayalannya bisa jadi kenyataan :D
    Nice blog, seneng bacanya….salam kenal :)

    • Halo Widya…
      Haha.. amin amin amin… <– sampe 3x amin. haha..

      Salam kenal kembali…

        • widyaps
        • December 28th, 2011

        eh iya, saya yg perempuan juga jd bertanya2..
        kalo saya (kelak) punya suami yg nggak doyan jalan2, apa iya nanti saya tinggalin suami trus jalan2 sendiri :P…hehehehehe..

  2. Amin amin amin amin ya kak Adit! Saya doakan bisa jadi kenyataan mimpimu ini! :)

  3. Membayangkan hal yang sama, hahaha… :D
    Anyway, semoga mimpinya bisa terwujud ya.. Amin..
    Semangat meraih mimpi mas Adit! :)

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: