Traveling. When?!?

Pernah melihat air yang mendidih pada suhu 100′ c? Pernah melihat lava gunung berapi ketika erupsi? Seperti itulah hati para traveler yang sedang berada di “zona nyaman”, tetapi setiap hari menikmati dan dicekoki oleh cerita-cerita dan pengalaman seru dari para traveler lainnya melalui blog-blog mereka. Bergairah! Meluap! Jalan-jalan itu candu, kawan!
***

Ada beberapa hal yang memenuhi pikiran saya akhir-akhir ini, dan sangat sukses membuat saya merasa galau. Iya, saya galau. Boleh dong kalo saya galau, traveler kan juga manusia.
Nah, karena perasaan galau itulah maka saya pun mencoba untuk mencari sebuah “kenyamanan” pada sahabat saya. Saya telepon dia. Seorang sahabat yang sudah lama tak jumpa. Kami saling bertukar cerita. Kami tertawa. Rasanya sudah lama sekali kami tidak bertatap muka, karena memang kami berbeda kota. Saya disini. Dia disana.
“Kamu kapan mau kesini, dit? Nanti disini kita wisata alam. Ada air terjun loh”
“Air terjunnya deket kota nggak? Atau masuk ke pelosok-pelosok?” Tanya saya
Seperti sudah hafal tentang sahabatnya yang tidak suka dengan segala kemudahan dalam setiap perjalanan, maka sahabat saya itu pun kemudian menjawab,
“Air terjunnya jauh. Jadi nanti masuk-masuk hutan dulu, jalan aksesnya kecil”
“Sumpah?!? Sumpah lo?!? Awas bohong yah!! *Saya berbusa membayangkannya*

Saya selalu merasa bahwa traveling adalah cara yang ampuh untuk mengatasi kegalauan. Pernah menonton film Eat, Pray, Love, bukan? Sebuah film yang bercerita tentang sebuah kegalauan hidup maksimal yang dialami oleh seorang wanita, yang kemudian berubah menjadi sebuah kebahagiaan yang sangat indah. Karena apa? Apa? Yes..Traveling!!
Saya pun pernah pula berjumpa dengan seorang backpacker asal Eropa yang melakukan perjalanan seorang diri across the continent ke Asia.. ke Indonesia. Kalian tau karena apa kawan? Karena dia baru saja putus cinta. *LOL (True story)

Saya pengen jalan-jalan. Kepingin jelajah desa. Kangen sepedaan. Sudah terbayang di pikiran saya belasan jam berada di dalam sebuah bis yang akan mengantarkan saya menuju ke Kerinci, kota tempat dimana sahabat saya bekerja. Menjelajahi kota itu bersama. Melihat air terjun yang selalu dia ceritakan, dan merasakan suasana malam disana.
Kemudian di hari berikutnya, saya pun melanjutkan perjalanan selama 7 jam seorang diri menuju kota Padang, Sumatera Barat. Ya, sudah lama sekali saya ingin kembali mengunjungi kota ini yang sempat saya datangi jauh hari dulu sekali. Saya ingin melihat kondisinya pasca gempa besar yang terjadi beberapa waktu silam. Saya rindu sekali ingin melihat hijaunya pemandangan alam disana. Saya rindu ingin merasakan dinginnya air di Danau Singkarak. Saya rindu dengan adrenalin yang terpacu kencang ketika melintasi jalanan-nya yang berkelok-kelok. Rindu udara pagi disana. Saya rindu semua.
Kemudian, masih di Sumatera Barat, saya pun akan kembali mengunjungi Jam Gadang di Bukittinggi, berjalan-jalan sore disana, melihat lubang peninggalan Jepang, dan mencicipi keripik balado di pasar lereng. Semuanya jelas sekali terbayang di pikiran saya.
***

Huftt…Tapi…Tapi…Tapi… Karena kita selalu mempunyai skala prioritas, maka dipending dulu lah jalan-jalannya yah. Karena masih ada beberapa hal yang harus saya bereskan dulu disini. Di kota ini. Jadi untuk saat ini, saya memang harus bisa merasa puas melakukan perjalanan hanya melalui imajinasi saja. Tapi nanti ya, saya janji nanti! Saya akan ke Kerinci, kemudian kembali mengunjungi Padang dan Bukittinggi!

Sedangkan untuk perasaan galau yang mengganggu ini, saya sudah merenovasi ulang Gitar saya loh. Saya ganti semua tali senarnya. Saya bersihkan tiap sudutnya dari semua debu.
Oh iya, saat ini saya juga sedang menunggu kedatangan seorang teman yang berjanji akan berkunjung malam nanti, dan membantu untuk membuat gitar saya agar bisa mengeluarkan bunyi yang lebih nyaring lagi. hehe.. Let’s Kill Galau with Playing Guitar!!

Ps : How can i move on.. when i’m still in love with you..
If home is where the heart is, then wherever you are.. that’s my home..
  1. Hayooo..ke Padang lagi..
    Saya ajak mendaki gunung padang..tapi ada tangganya loh..sekitar 200 tangga.
    ntar nyampenya di pantai air manis.#promosi..

    hotel ambacangnya mau siap juga tuh.hehe

  2. highlight pada ‘saya berbusa membayangkannya’. hahahaha :)

    • Hahaha… pinjem Kin. Saya suka perumpamaan itu. “Berbusa membayangkannya”. hahaha…

    • Rey
    • December 27th, 2011

    jalan-jalan itu candu -> i just felt it after doing my first journey in belitong…. & tentu saja kegalauan pun hilang… :D

    • Haha.. Sudah balik ya Rey dari Belitong. Enak ya sudah gak Galau lagi. haha…
      Tapi nanti sebenter lagi galau lagi.. hahaha…
      *ngelirik tanggal merah*

        • Rey
        • December 27th, 2011

        yaaah, minimal bisa sedikit fresh di bandingin sblmny & dari pada gk smbuh2 galaunya…

        haha….. :D

  3. Hahaha.. bener itu Rey.
    Ditunggu ulasannya loh :D

    • Yune
    • September 17th, 2014

    Semakin rindu pada sumatera barat, tanah tumpah Buya Hamka. rindu yang belum kesampaian.

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: