Postcard. Kartupos.

Sebuah kotak kecil saya letakkan disana, pada sebuah rak buku di dalam kamar saya. Sebuah kotak yang memang khusus diperuntukkan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai macam benda yang saya dapatkan dari perjalanan yang pernah saya lakukan.
Tiket masuk sebuah tempat wisata, gelang, kalung, batu, kerang, pasir, dan lain sebagainya.
Di dalam kotak tersebut juga terdapat sebuah plastik transparan yang membungkus rapi berbagai Kartupos yang saya miliki. Sangat rapi, sehingga terlihat jelas sekali perbedaan perawatan yang didapatkan antara benda-benda koleksi lainnya itu jika dibandingkan dengan perawatan yang didapatkan oleh Kartupos-Kartupos cantik tersebut.

Kemarin sore, saya baru saja mendapatkan kiriman 3 Kartupos dari Bali. Kiriman dari Yuni, partner saya menjelajahi Karimunjawa. Partner terlantar di Semarang pada malam hari. Partner tersesat di pedalaman sebuah desa di daerah Prambanan. Hahaha.. #Lucu
Nah, pagi ini saya luangkan waktu lagi untuk melihat koleksi Kartupos-kartupos cantik itu. Menatap gambarnya. Membaca tulisan di belakangnya. Sungguh seru dan penuh haru!

Kartupos yang saya miliki itu tidak banyak loh, masih sedikit sekali. Tetapi ketika saya memegang salah satu dari mereka, maka jiwa saya itu seperti melayang berputar melintasi waktu, kemudian dibawa kembali ke saat-saat dimana saya sedang berusaha keras untuk mendapatkannya. Bayangkan saja, menjelajahi kota orang, hanya demi mencari letak kantor pos dan membeli sebuah Kartupos disana. Maka tidak terhitung lagi berapa kali saya sudah tersesat demi mencari lokasi sebuah bangunan yang bernama kantor pos ini. Belum lagi ketika ternyata kantor pos tersebut tidak menjual Kartupos yang dimaksud, maka pencarian pun kemudian terpaksa dilanjutkan ke toko buku terdekat, ataupun pusat oleh-oleh yang ada.
Sungguh, dibutuhkan sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk mendapatkan sebuah Kartupos saja. Oleh karena itulah, maka tidak cukup waktu 10 menit untuk menatap satu buah saja Kartupos koleksi saya. Ada begitu banyak kenangan yang terpendap di dalamnya, dan mereka selalu siap membekap erat ketika tangan saya berani menyentuhnya.

Saya adalah pribadi yang berpendapat bahwa quality itu berada diatas quantity. Selalu!
Lebih baik “sedikit” tetapi full of memories, daripada “banyak” tanpa adanya sebuah memory.
Saya juga senang bertukar Kartupos loh, atau bahkan apabila dikirimi Kartupos oleh kalian. Pasti saya akan merasa senang sekali menerimanya, bahkan sampai merasa terharu.
Tetapi alangkah baiknya, apabila kalian yang bertukar Kartupos dengan saya adalah kalian yang sudah saya kenal dengan baik. Bukan kalian yang saya “hanya kenal” saja.
Bukannya apa-apa, tetapi saya inginnya ketika nanti dimasa tua, dan ketika tangan saya memegang Kartupos yang bertuliskan nama kalian, maka saya ingin sekali mengenang kalian sebagai teman yang sudah saya kenal baik, teman yang saya kenal dekat. Saya ingin merindukan kalian. Saya pun ingin memutar kembali kenangan indah tentang kalian.

“Papa, ini Kartupos dari siapa? Siapa itu Dylan?” Tanya anak saya nanti
“Oh, itu temen papa. Dulu papa sama om Dylan itu pernah jalan-jalan bareng. Naik kapal selama 4 hari, trus naik perahu kecil lagi. Papa sama om Dylan itu deket banget. Pernah hampir mau ditodong orang loh, om Dylan udah siap mau lari, tapi gak jadi. Kan papa waktu itu pinter berkelahi, jadi preman-preman itu papa pukuli” Cerita saya panjang lebar
“Oh gitu.. Nah kalo yang ini dari siapa? Sera? siapa itu pa? Tanya anak saya lagi
“Oh, kalo itu temen papa juga. Tapi papa sama dia belum pernah ketemu. Cuma kenal dari internet. Tapi baiikk banget. Papa sama dia sudah kenal deket” jawab saya
———–

Di dalam sebuah buku catatan kecil yang selalu saya bawa kemanapun saya melakukan perjalanan itu, terdapat beberapa nama teman beserta alamatnya yang tertera disana.
Saya selalu mengirimkan mereka sebuah Kartupos dari setiap tempat yang saya datangi. Sayangnya, mereka hanya beberapa saja. Saya ingin lebih lagi, lebih banyak teman lagi.
Apakah kalian tertarik? Kalau iya, marilah kita berkenalan, berteman dekat, lalu bertukar, ataupun biarkan hanya saya saja yang rutin mengirimi kalian Kartupos-kartupos cantik itu.

Salam kenal dari saya… : )

Aditya Permana

  1. Ide yang menarik. Menginspirasi
    Mbok saya juga dikirimi kartu pos, Mas. :D

    • niken
    • December 29th, 2011

    Seru juga yah hobinya :)
    Saya cuma sekali dapat kartu pos, itu pun dari tante saya yang dulu kebetulan sedang kuliah di luar :P
    Kapan-kapan berkirim kartu pos yah! :D

    • zy
    • December 30th, 2011

    Yaampun. ada juga anak Indonesia yang suka tukar kartu pos. terima kasih Tuhan. yuk, tiap traveling kita gantian kirim kartu pos. alamat dong :D

  2. Aku gak pernah dikirimin kartu pos..

    Baru ngerasa menyenangkan pas baca postingannya..
    Jadi pengen di kirimin juga.. hehehe ^_^

    Salam kenal..

  3. mau ikut :)
    kalo ada teman yg lagi traveling, saya cuma minta oleh oleh kartu pos.
    pertama kali saya kirim kartu pos ke teman-teman setelah saya traveling, dan mereka surprised!
    kalo sekarang sih lagi coba-coba buat kartu pos dari hasil foto sendiri soalnya di tempat sekarang belum nemu kartu pos khas daerah sini.

    • Halo Helena.. Salam kenal.
      Boleh loh kalo mau bertukar kartupos sama saya. hehe…

      • I have a postcard for u, DIY sih but I just wanna share. Bisa dikirim ke mana nih? thank you.

        • Hi Helena,

          Alamat saya belum pasti nih. Nanti setelah saya dapat alamat tinggal yang pasti, segera akan saya DM alamatnya yah.

          Salam

  4. Ayolah saling berkirim kartu pos.. Salam kenal mas :)

  5. wah aku juga suka berkirim kartupos. salam kenal :)

  6. salam kenal….
    waah….boleh tuh dikirimin postcard nya, dgn senang hati lhoo…..buat nambah koleksi… :D

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: