Solo Backpacking.

Mengapa harus Solo Backpacking?

Menjadi lebih pintar dan jauh lebih cermat!
Dengan ber-solo backpacking, maka kalian harus mempersiapkan semuanya dua kali lipat, bahkan tiga kali lipat jika dibandingkan dengan mereka yang bepergian bersama teman. Alasannya jelas, tidak ada teman! Maka selain kepada Tuhan, hanya kepada diri kalian sendirilah nasib itu kalian gantungkan. Wajar apabila kalian melakukan observasi tentang sebuah destinasi secara lebih mendetail daripada mereka yang pergi bersama teman. Kalian pun akan mengkalkulasikan semuanya setepat  mungkin. Kalian akan pintar dalam hal menghitung jarak, menghitung waktu, dan cermat dalam hal menghitung sebuah resiko.

_______

Mengapa harus Solo Backpacking?

Menjadi diri kalian yang terbaik!
Ingat, Shit is all around! Ketika kalian melakukan sebuah perjalanan, kalian akan dikelilingi oleh kesialan yang siap menjamah setiap saat. Maka ketika kalian memutuskan untuk bepergian seorang diri, kesialan itupun akan lebih mendekat kepada kalian, sangat dekat.
Apabila mereka yang bepergian bersama dengan teman bisa bergantian “tidur dan menjaga” selama berada di dalam kereta, maka kalian yang berpergian sendiri harus bisa melakukan hal “tidur dan menjaga” tersebut seorang diri, dan dalam waktu yang juga bersamaan.
Mereka yang bepergian bersama dengan teman akan menghitung  3 langkah ke depan, tetapi kalian akan menghitung 10 langkah ke depan sebelum langkah pertama kalian ambil.
Mata kalian akan selalu waspada terhadap keadaan sekitar. Telinga akan jauh lebih peka. Penciuman akan lebih tajam mengendus sebuah kesialan yang mendekat. Jantung kalian akan berdetak lebih kencang. Bahkan dalam tidur pun kalian masih akan tetap terjaga.

Kalian yang bepergian seorang diri akan lebih sering merasa takut, dibanding mereka yang bepergian bersama dengan teman. Tetapi jangan pernah kalian takut untuk merasa takut! Ingatlah, bahwa ketakutan akan memberikan kalian tenaga lebih, sebuah tenaga ekstra.
Ingatlah pula bahwa ketakutan akan membawa kalian kepada bentuk diri kalian yang terbaik.
Ketakutan mengubahku menjadi diriku yang terbaik!
Bukankah kalian tidak akan pernah tau seberapa kencang kalian mampu berlari sebelum kalian merasakan bagaimana rasanya dikejar oleh puluhan hewan buas?
Kalian pun tidak akan pernah tau seberapa kuat pukulan kalian sebelum kalian merasakan mempertahankan barang kesayangan yang akan diambil paksa oleh seorang tak dikenal.

_______

Mengapa harus Solo Backpacking?

Karena perjalanan adalah selalu tentang sebuah impian!
Seperti  halnya saya, setiap dari kita pasti mempunyai impian tentang sebuah perjalanan.
Bukan hanya impian tentang sebuah destinasi, akan tetapi juga impian tentang bagaimana cara melakukannya, impian tentang bagaimana cara menikmatinya.
Apakah teman perjalanan akan memaknai perjalanan sama seperti kalian memaknainya?

Saya pribadi, selalu berusaha untuk menekan kemampuan diri hingga ke batas maksimal.
Memaksakan untuk mencukupi diri dengan uang cash seadanya yang saya bawa di dalam tas, dan bersikeras untuk tidak mengambil lagi tabungan di bank, karena saya ingin mengetahui seberapa tepat dan seberapa cermat saya dalam mengkalkulasi segala hal.

Saya pun penganut faham bahwa sebuah perjalanan, bukanlah tentang sebuah destinasi, tetapi lebih kepada tentang perjalanan itu sendiri. Apa yang membuat kamu bahagia, adalah bagaimana cara kamu melakukan perjalanan itu. “Happiness is a journey, not  a destination”.
Saya pun memaku dalam-dalam di otak saya sebuah kalimat, bahwa bukanlah pukulan ke-1000 yang menghancurkan sebuah batu, akan tetapi pukulan ke-1 sampai ke-999 yang membuatnya hancur. Sedangkan pukulan terakhir hanyalah sebuah hasil.
Apa yang membuat kamu belajar,  dan apa yang membuat kamu pintar, adalah segala yang kamu alami dan kamu rasakan selama dalam perjalanan, dan itu yang disebut “proses”.
Dan ketika kamu nanti akhirnya sampai pada destinasi tujuanmu, itulah yang disebut “hasil”.
Oleh karena itulah, maka selama masih bisa dijangkau dengan menggunakan transportasi darat atau laut, maka saya pun akan selalu menghindari untuk menggunakan transportasi udara. Karena saya ingin lebih banyak belajar dari  sebuah perjalanan. Tidak perlu ingin cepat sampai, karena proses sebuah perjalananlah yang ingin kita capai..

Sekali lagi saya tanyakan. Apakah seorang teman perjalanan akan memaknai sebuah perjalanan sama seperti kalian memaknainya? Apakah mereka akan menikmati perjalanan sama seperti kalian menikmatinya?

“Perjalanan adalah personal.
Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku”
— Paul Theroux

_______

Mengapa harus Solo Backpacking?

Karena saya, kamu, kita, adalah seorang pria.
Dan kamu, kamu adalah wanita bermental baja.

_______

Sampai kapan akan ber-Solo Backpacking?

Sampai nanti, ketika kita sudah mempunyai istri atau suami. Karena ketika nanti kita sudah mengikat janji, maka perjalanan pun dilanjutkan berdua bersama pasangan sehidup semati.

_______

Saya ragu untuk ber-Solo Backpacking.

Just take your backpack and add a big spirit!
Trust me, WORRYING GETS YOU NOWHERE!

_______

Saya tetap butuh seorang teman untuk bepergian.

Ingat dan pedomani baik-baik kalimat ini,

“Travel only with thy equals or thy betters. If there are none, travel alone”
~The Dhammapada

Selamat memilih mereka yang “equal”, atau mereka yang “better”.
Salam hangat dari saya :’)

  1. Betul banget mas,tidur dan menjaga..

    Saya masih agak takut tuk solo backpacking mas..
    apalagi sampai pulau jawa..#tapi kayaknya boleh dicoba.
    bagi Tipsnya donk..

    Tapi, saya pernah dari Pekanbaru ke Padang sendirian.
    Waktu itu, saya duduk dipinggir. Pinggang saya dicolek sama kernek bus pas lagi tidur.Sumpah, gak bisa tidur..dan takuuut.

    • Kalo bicara tips, nanti bisa jadi satu posting loh. hahaha.. bisa panjang nanti. Tapi intinya sih, kita harus kenal sama diri kita dulu, kenal medan yang akan dijalani, trus lebih baik lagi kalo kita ada banyak teman di berbagai tempat.

      Kalo mau googling, ada banyak sekali tips2 tentang solo backpacking itu, tetapi tetap baliknya ke kita lagi, karena kita yang tau persis tentang apa yang kita butuhkan, apa yang kita perlukan, dan apa yang paling kita takutkan.

      Haiss kernetnya nyuri kesempatan dalam kesempitan. Hahaha…

      • haha..boleh juga tuh mas. satu hari 1 tips, gak ribet kan?? HeHe
        Kalau dipulau sumatra teman saya ada semua nih. kayaknya tahun ini, boleh dicoba solo backpacking. Start PDG-kerinci-jambi-bengkulu-palembang-lampung..HoHo

        Iyaa tuh, dasar kernet. abisnya waktu itu malam2 juga. lampu bus dimatiin. jadinya, shock. Rasanya pengen nusuk aja pake jarum petul yg nempel dijilbab.

  2. let’s find some beautiful places and get lost :)

  3. mungkin ini tipe mencari tantangan ya. Kalo saya mungkin tipe sanguinis yang lebih suka sama teman. duka pun tetep bahagia. dan prinsip happiness only real when shared. hehe

    blogwalking, salam kenal.

    • Wah.. hahaha.. memang enak kalo pergi bareng partner. Saya pernah sekali dulu, di dalam kapal yang udaranya super dingin, kita berbagi satu jaket dipake berdua. Panas terik matahari juga diketawain aja kalo bareng partner.
      Tapi kita juga berantem disana, sampe gak ngobrol selama beberapa jam. Untungnya sih kita kemaren itu “equal”. Sama tipe, sama impian, sama mimpi, jadi walaupun berantem, kita baikan lagi, dan gak sampe pisah jalan.
      Dan, akhirnya jadi berkesan.

      Salam kenal mbak Ria.. :’)

    • ipoel
    • September 14th, 2012

    terakhir kali sy solo backpacking k wakatobi… kelebihan solo backpacking menurut sy adalah lebih menikmati keindahan alam… lebih mengenal diri sendiri… :-)

  4. mntp gan tipsnya, ane mau coba nnti kalau libur

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: