Falafu, The Package, and Mister Postman.

I am (not) Mister Postman!

Saya bangun di pagi ini dengan kondisi badan yang tidak terlalu fit, seperti ada gejala akan menderita demam. Kepala saya terasa berat, flu, dan kondisi badan yang lemas. Sudah lebih dari 3 hari ini saya dan kakak perempuan saya bolak balik pergi ke kantor Imigrasi untuk mengurus paspor. Kami pergi di pagi hari, dan pulang kerumah di sore hari. Letih! Ditambah jam tidur malam saya yang kurang, maka  daya tahan tubuh saya pun berkurang.

Pagi ini kembali kami bertiga (saya, kakak perempuan saya, dan Kenzie) pergi mendatangi kantor Imigrasi untuk menyerahkan formulir permohonan pembuatan paspor. Prosesnya agak sedikit ribet memang, tapi saya tak terlalu memikirkannya. Yang ada dipikiran saya beberapa hari ini adalah sosok Pak Pos yang tak kunjung datang. Ya, sudah beberapa hari belakangan ini saya selalu menunggui kehadiran Pak Pos tercinta.
Farah, teman baik saya yang tinggal di Jogjakarta mengirimkan sebuah paket untuk saya.
Tapi anehnya sudah hampir satu minggu berlalu namun paket tersebut belum juga tiba.

Maka tidak heran ketika tadi pagi kami baru keluar dari komplek perumahan tempat saya tinggal, dan tiba-tiba mata saya melihat seorang pria yang sangat mirip dengan sosok Pak Pos tercinta, saya pun langsung histeris dan dengan setengah berteriak berkata kepada kakak saya, “Nah mbak.. ini pasti Pak Posnya, pasti dia bawa paket buat Adink!!”.
Dengan tas khusus berwarna oranye seperti yang sering digunakan oleh para tukang pos di bagian belakang jok motornya, saya pun yakin bahwa pria tersebut adalah seorang Pak Pos. Kakak saya pun menyarankan kepada saya untuk segera menghampiri pria tersebut, dan menanyakan apakah dia membawa sebuah paket untuk saya.
Tanpa banyak pikir saya pun menepikan mobil dan berlari keluar mendekati pria tersebut.

Pria tersebut sedang berhenti di bawah sebuah pohon di seberang jalan, berada di atas motornya sambil terlihat seperti sedang sibuk membaca alamat. Beberapa kendaraan melaju kencang di jalanan itu, karena jalan itu memang jalan lingkar bebas hambatan.
Karena terlihat oleh saya bahwa pria tersebut hendak melanjutkan perjalanannya, maka saya pun berteriak ke arahnya “Pak..!!! Pak..!!! Tunggu..!!!” jerit saya sambil terus menambah kecepatan lari untuk mendekatinya, dan menyeberang jalan tanpa menghiraukan beberapa kendaraan yang sedang melaju dengan kencang.

*Di hadapan pria tersebut*
“Pak.. ada paket untuk saya nggak?” tanya saya sambil ngos-ngosan
Pria itu pun tampak bingung..
“Ada nggak pak, paket untuk saya? Biar saya bawa aja, nggak usah dianter kerumah!”
Pria itu masih tampak bingung..
“Adit pak, ada nggak paket atas nama Aditya Permana? Buat saya!”
Pria tersebut pun akhirnya menjawab, “Ini bukan paket mas!”
“Oh, bukan paket ya?” kata saya kecewa
Karena yakin bahwa pria tersebut adalah seorang Tukang Pos, maka saya pun bertanya lagi,
“Kalo bukan paket, jadi bapak ini khusus cuma nganter surat aja ya?”
“Bukan mas, bukan! Saya ini sales rokok!” jawab pria itu

Jederrrr..!!! Tanpa basa basi saya pun langsung ngacirr balik kedalam mobil.

*Di dalam mobil*
“Gimana Dink, ada paketnya?” tanya kakak saya
“Nggak ada mbak, ternyata dia bukan Pak Pos” jawab saya
“Lha, kalo bukan Pak Pos terus siapa?” tanya kakak saya lagi
“Dia adalah… Sales rokok!”
Tiba-tiba hening…
Kemudian disusul dengan tawa yang terbahak-bahak.. hahaha…
——————

You’ve Made my day!

Sesampainya dirumah, karena badan yang terasa tidak enak, maka saya pun memilih untuk  beristirahat di dalam kamar. Tiba-tiba, saya mendengar suara dengan intonasi yang begitu akrab di telinga saya. Saya pun langsung bergegas mengambil kamera dan turun kebawah.
“Pos..!! Pos..!!” *Tiinn.. tiinn.. Bunyi klakson sepeda motor*
Yihaaa, akhirnya Pak Pos dateng juga. Sebuah paket dari Farah sudah berada di tangan saya. Tanpa menunggu lama saya pun langsung membukanya, dan betapa terkejutnya saya ketika melihat isi di dalamnya, 7 buah kartupos, 2 buah buku, dan sepucuk surat dari Farah!

Wow, dua buah buku hebat karangan Agustinus Wibowo. Selimut Debu dan Garis Batas.
4 buah kartupos dari Lombok dan 3 buah kartupos dari Jogjakarta.
Serta disempurnakan dengan adanya sebuah surat indah.
Sungguh saya tidak bisa berkata-kata lagi. Badan yang tadinya terasa lemas seketika menjadi begitu bertenaga. Wajah yang murung seketika langsung dipenuhi oleh senyuman.
Ah Farah, you really made my day! Mwahh… ;’)

Btw ini adalah paket kedua dari Farah, setelah beberapa bulan sebelumnya dia sudah pernah mengirimkan saya paket yang pertama. Tapi bahkan paket yang pertama pun belum sempat saya balas. Jahatnya saya..  Tapi nanti saya kirim balasan untuk kamu ya Fa… ;’)

Terima kasih Fa,
Doa saya semoga yang terbaik selalu untukmu dan keluarga. Amiin..
———————————————
Btw, foto diatas adalah foto Pak Pos yang mengantarkan paket dari Farah.
Sebelum mereka meninggalkan halaman depan rumah saya untuk kembali mengantarkan paket yang lainnya, maka saya sempatkan untuk mengabadikan gambar mereka. ;’)

    • niken
    • February 15th, 2012

    Ahh..senangnya yang habis dapat paket! Saya jadi ingat dulu ketika saya suka menunggu pak pos mengantarkan surat dari sahabat pena saya :)

    Sayang saya lupa membawakan kartu pos dari Filipina (gak sempet jalan-jalan juga, hiks!). Insya Allah kalau ada kesempatan keluar Jakarta, nanti saya carikan yah! :)

    • Wah, mbak Niken baik sekali berniat mengirimkan saya kartupos.
      Kecantikan mbak Niken pun meningkat +100 hahaha…

      Mari kita bertukar alamat mbak… ;’)

        • niken
        • March 11th, 2012

        Adit, meneruskan niatan sebelumnya *ciehh*, kebetulan bulan April nanti saya ada business travelling dan saya ingin mengirimkan kartu pos untuk Adit. Minta alamatnya yah :)

  1. Mengetahui bahwa aku berhasil membahagiakanmu Adit, aku rasa itu adalah bahagia yg tak ternilai untukku :’)
    Tidak pernah mengharap balasan apa pun, sungguh.
    Terdengar klise memang, tapi apa yg bisa lebih menyenangkan dari berhasil ‘memberi’? Hahaha
    Tetaplah jadi dirimu yang kukenal dan jangan pernah berubah, seberapa pun hidup mencoba untuk mengubahmu..
    Dan kamu jg hrs banyak” bahagia ya Sipit! :D
    *hug :’)

    • Tetap menjadi diriku yang lucu ya Aunti?
      Dan tetap menjadi diriku yang.. hmm.. keren? Hahahaha…

      Makasih banyak ya Aunti.. *Big hugs

      • Tentu saja tetap menjadi dirimu yang sederhana Uncle.
        Kl keren dan lucu kan udah bawaan kamu dr lahir. Bhahaha.. Puas, puas, puas?
        Salam buat Cartenz ya :p

    • kinkin
    • February 15th, 2012

    hahaha, begitu berartinya paket kak farah untuk kak adit, sampai ada cerita kocak sebelum paket itu sampe ke tangan kak adit :)
    betapa manisnya orang-orang yang masih menggunakan jasa pak pos untuk saling berkomunikasi walaupun sebenarnya bisa via hp atau email.

    mr postman, i love you too! :D

    • Pak Pos ini sudah ada dari dulu sekali, sudah hadir di berbagai generasi. Sayang aja kalo ada orang yang nggak punya kenangan sama Pak Pos.
      Bener kan Kin.. ;’)

  2. cartenz panggilan car alias mobil hahaha

  3. Kayaknya moment menunggu pak pos tuh jadi unforgettable ya.. hihihi.. deg”an gimana gitu..

    • Iya, deg2an, hehe..
      Tambah deg2an lagi kalo PakPos nya bukan nganterin Postcard tapi malah nganterin tagihan Credit Card. hahaha…

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: