Mari berbuat, demi Ibu tercinta!

Foto Putrithewicked

Disini, di tanah ini, saya dan kalian dilahirkan.
Negeri ini, tak pernah berhenti memberi, walau sering dikhianati.
Tanah ini, Negeri ini, ia adalah Ibu!
……….

Hari ini, tanpa sengaja telinga saya mendengar lagu “Padamu Negeri” karangan Kusbini.
Kalian tau kawan, tiba-tiba saya tersentak ketika mendengar lirik di akhir lagu tersebut yang begitu mengharukan yang berbunyi, “Bagimu Negeri, Jiwa Raga kami”.
Entah bagaimana menggambarkannya…

Seketika terbayang perjuangan para pendiri bangsa dan pendahulu kita yang benar-benar melakukan apa yang tersebut didalam lirik lagu itu. Jiwa dan raga mereka serahkan demi negeri ini. Perjuangan Bung Karno  dan Bung Hatta yang tak kenal menyerah sampai berkali-kali ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara, diasingkan dari keluarga dan rakyat tercinta. Teringat pula bagaimana semangat juang Jenderal Sudirman, meskipun menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya keluar masuk hutan dalam perang demi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dan  seketika bayangan saya kembali pada masa kini. Lihat kondisi kita saat ini. Jangankan jiwa dan raga, tenaga dan pikiran pun seperti enggan kita berikan demi bangsa ini. Bukankah hal tersebut teramat menyedihkan.

Saya tau bahwa banyak diantara kalian yang prihatin ketika melihat kondisi negara kita. Korupsi merajalela,  mulai dari yang kecil, hingga yang menyentuh angka triliunan rupiah. Sulit dihilangkan, karena akarnya sudah menjalar hampir kesemua sendi kehidupan.
Mafia Peradilan. Mafia Banggar. Mafia Pajak. Mafia hukum. Mafia birokrasi.
Bapak Negara yang sibuk mencipta lagu dan album yang entah sudah edisi keberapa.
Serupa hampir sama, sang Ibu Negara yang sibuk jepret sana jepret sini.
Ahh.. For the God’s sake, Negeri macam apa ini?!?

Tapi kawan, jangan pernah kita merasa pesimis akan masa depan negeri ini.
Banyak orang dan bahkan diantara kita yang ingin membuat negeri ini menjadi lebih baik. Niat itu sungguh mulia. Tapi ketika niat itu ingin direalisasikan dalam waktu satu malam, maka hal tersebut akan terasa sulit bahkan mustahil untuk bisa diwujudkan.
Ketika kalian memikirkan sebuah gebrakan dahsyat yang ingin dilakukan agar dapat mengubah negeri ini menjadi  negeri yang lebih  baik,  maka saya yakin bahwa kalian akan diterpa kebuntuan pikiran yang tak terpecahkan. Permasalahan di negeri ini terlalu kompleks.

Kalau kita ingin membuat negeri ini menjadi lebih baik, maka untuk saya, memulai dari hal yang kecil, mulai dari hal yang sederhana. Klise memang, tapi begitulah cara kerjanya.
Ingatlah, bahwa sekecil-kecilnya perbuatan baik, akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan sebuah pemikiran besar yang tak berujung menjadi sebuah tindakan.

Memulai dari diri sendiri. Mulai dengan selalu berfikiran positif.
Ingatlah bahwa semua tindakan selalu berasal dari sebuah pikiran.
Boleh realistis, asal jangan jadi pesimis. Boleh kritis, tapi jangan sampai bersikap sinis.
Memulai dengan berlaku jujur dalam keluarga, lebih ramah kepada tetangga, selalu bertegur sapa, murah senyum kepada sesama, dan ringan dalam memberi bantuan.
Memulai untuk menanam satu pohon di pekarangan rumah. Jangan berfikir bahwa kalian menanam pohon tersebut demi menyelamatkan  sebuah negeri, apalagi menyelamatkan bumi,  hal itu terlalu besar, kawan. Berfikirlah bahwa kalian melakukannya demi keluarga kalian, demi orang-orang yang tinggal satu atap dengan kalian. Bayangkan, jika setiap satu rumah menanam satu pohon, maka akan ada begitu banyak pohon baru yang tumbuh.
Berhenti membuang sampah di sembarang tempat. Remeh memang, tapi percayalah, bahwa dari hal kecil membuang sampah ini dapat menjadikan negeri ini jauh lebih baik lagi!

Masih banyak hal baik lainnya, yang walaupun kecil dan remeh tetapi dapat membuat negeri ini menjadi lebih bersahabat.  Menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.
Lakukan saja hal baik yang kecil-kecil tersebut. Jika banyak masyarakat di negeri ini melakukannya, maka suatu saat kita akan tercengang, bahwa tanpa kita sadari, ternyata kita telah membuat negeri ini menjadi negeri yang lebih baik, negeri idaman kita.
Kuncinya hanyalah satu, yaitu “berbuat”, dan bukan “menghujat”!
Ingatlah kata-kata ini, “Orang yang pintar, berfikir. Orang yang berani, berbicara. Orang yang hebat, bertindak. Tetapi pecundang, mereka tak sanggup berfikir, tak berani bicara, pun tak mampu berbuat, hanya menghujat”.

Terakhir, ini saya kutip sebuah kalimat yang diucapkan oleh Bung Hatta dalam pledoinya (pidato pembelaan) yang berjudul “Indonesia Vrij” di hadapan majelis hakim Den Haag,1928.
Bung Hatta mengutip dari seorang pujangga Belgia, Rene De Clercq:
“Er is maar een land,  dat mijn land kan zijn,
Het groeit met de daad, En die daad is mijn”

(Hanya ada satu negara, yang menjadi negaraku,
Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu perbuatanku)
——————-

Kita adalah saudara, dari rahim Ibu Pertiwi.
Ditempa oleh gelombang, dibesarkan zaman.
Bangkitlah bangsaku, Jayalah negeriku.
Jiwa dan raga kami untukmu!!

Tetaplah optimis saudaraku! Tetaplah berbuat demi negeri ini!
Salam hangat dari saya, saudara sesama anak Indonesia ; )

  1. Nice post..
    Saya mengagumi kepandaianmu menjaga alur posting.

    Kak, apakah dg traveling bisa ikut ‘menyelamatkan’ negeri? :D

    • Insyaallah bisa, Kin! ; )
      Traveling menjelajah Indonesia, membuat kita lebih mengenal negeri ini.
      Semakin kenal, maka akan semakin sayang.
      Kamu sendiri udah ngerasain kan, kegemaran kamu traveling bikin kamu tambah sayang sama negeri ini. hehe..

      Kalo traveling menjelajah dunia, maka ambillah semua hal yang baik dari negara orang, contoh yang baik-baik, dan bawa pulang ke Indonesia.
      Bukan berbelanja! ;D

  2. setuju, bung!

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: