Angon Bebek | Adegan Favorit Semenjak Kecil

Pagi itu langit masih gelap ketika saya beranjak keluar dari rumah bule’ di Muntilan. Memacu kendaraan melewati jalanan tanah yang sempit dan berkelok, yang terhampar di kedua sisinya area persawahan yang hijau. Suhu udara pagi yang dingin menyelip masuk melalui celah-celah jaket yang saya kenakan. Sungguh berhasil membuat tubuh saya menggigil.

Memandang jauh ke sisi kiri, terlihat pemandangan megah dua buah puncak gunung yang  melegenda. Gagah berdiri, menjulang tinggi ke langit, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu.
Suara air bergemercik terdengar lembut keluar dari pipa-pipa yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah para petani. Sungguh jernih airnya, terasa dingin dan sangat menyejukkan.

Setelah berkeliling mencari selama hampir satu jam lamanya, menjelajah masuk kedalam pelosok-pelosok desa tetangga, akhirnya saya pun berhasil menemukannya. Angon Bebek, sebuah adegan favorit semasa kecil, yang sudah terekam erat di dalam memori kepala, dan menjadi candu untuk selalu melihatnya ketika saya sedang berada di pulau ini.

Saya pun menghentikan laju kendaraan, kemudian bergegas turun dari motor, dan langsung mengeluarkan kamera. Berjalan mundur sembari mencari angle terbaik untuk memotret, saya pun kemudian mengambil posisi tiarap di tengah jalan, dan.. click..! click..!

Angon bebek, adegan favorit semenjak kecil, bahkan hingga saat ini.

  1. Mas, yang tukang angon gak heran, kok tiba-tiba ada orang berhenti dan langsung memotretnya dengan bebek-bebeknya?
    Dan fotonya amat keren :)

  1. April 22nd, 2012

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: