1000 Lampion di langit malam Borobudur

Lampion-lampion pun mulai beterbangan di langit malam Borobudur.
Wow, seriously kawan, saya benar-benar kehilangan kata-kata pada saat itu. Keren sekali! Indah! Semacam, kalau boleh saya bilang – dengan tanpa menghilangkan ke-laki-an saya – ingin menangis terharu melihatnya. Perpaduan sempurna antara kemegahan Candi Borobudur, bulat penuh Bulan Purnama, dan ratusan lampion cantik yang menghiasi langit, maka sungguh terasa begitu sempurna malam itu.

Saya masih tidak percaya bahwa saya berada disana, menyaksikan prosesi pelepasan, atau mungkin kata yang lebih tepatnya adalah “penerbangan” lampion-lampion itu secara langsung. Karena beberapa hari sebelumnya, saya sempat melakukan pencarian video dan gambar tentang “1000 lampion” di Borobudur pada tahun-tahun sebelumnya melalui internet. And guess what, ternyata hasilnya sungguh mengecewakan. Video dan gambar yang saya temukan benar-benar tidak menarik dan terkesan biasa saja. Maka saya pun memutuskan untuk tidak akan datang ke Borobudur. Ditambah lagi, hujan yang turun cukup deras pada siang hingga malam saat hari pelaksanaan. Klop bukan?

Tapi ternyata saya ada disana, hahaha… Yep, saya pergi juga kesana!
Homaigad! Menerobos hujan di malam hari demi melihat 1000 lampion.
Sepanjang perjalanan menuju Candi Borobudur, yang ada di pikiran saya adalah, apakah lampion-lampion tersebut bisa terbang ditengah guyuran hujan? Hahaha…
Tapi, tanpa disangka dan tanpa diduga, ternyata hujan pun berhenti, seakan memang memberi ijin bagi lampion-lampion itu untuk terbang dan menghiasi langit.

Sungguh tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa saya benar-benar merasa terharu bisa menyaksikan adegan 1000 lampion itu. Karena memang itulah yang saya rasakan.
Suasananya begitu romantis.. tis.. tis.., kawan! Indah Sekali!

Oh iya, btw baru pada malam itu, pertama kalinya saya bisa masuk Candi Borobudur tanpa dipungut biaya karcis. Hahaha… Dan pada malam itu pulalah saya melihat ada begitu banyak DSLR disana. Berbagai macam bentuk, berbagai macam merk ada disana.
Membawa DSLR menjadi begitu mainstream pada saat itu. Hahaha…

Oh well, semoga tahun depan saya bisa menyaksikan adegan itu lagi.
Dan juga, Selamat Hari Raya Waisak bagi yang merayakan.. ;’)

  1. keren deh..
    #ngiler

    • niken
    • May 10th, 2012

    Halo Adit, apa kabar? Sudah lama saya ga mampir blog Adit, blog sendiri malah sudah terlantar *sapu-sapu blog* :(

    Saya baru saja kembali dari business travelling. Ada satu kartu pos siap dikirim ke Adit dari Jakarta minggu ini, semoga diterima dengan baik minggu depan ya :)

    Salam dari Jakarta :D

    • Ah… alhamdulillah.
      Kabar menyenangkan di minggu ini.
      Terima kasih banyak mbak Niken…
      Btw alamatnya udah ada kan yah.. :D
      Semoga tidak salah kirim ke alamat yang lain… hehehe…

  2. Woow…keren…muantap dech.

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: