BFF. Best Friends Forever

Bertiga, versi dewasa (Juni. 2012)

Kemarin, di siang hari yang cukup terik, saya dikejutkan dengan kehadiran dua sahabat karib di depan pintu rumah. Sahabat saya yang sudah cukup lama tidak berjumpa, sahabat yang kini bekerja jauh di kota seberang, akhirnya kembali pulang mengunjungi Palembang.

Tidak terasa sudah hampir 20 tahun kami bersahabat. Sejak masih bocah ingusan, murid Sekolah Dasar, hingga menjadi seorang dewasa yang tampan dan gagah seperti saat ini.
Selama 20 tahun itu, kami tumbuh dan besar bersama, di lingkungan yang sama. Kami mengalami begitu banyak peristiwa, hingga menyimpan banyak kenangan di dalam ingatan.

Saya (Adenk), Asro Guswar Hakim (Aco’), dan Enrico Rikhasman (Koko), sering sekali kami bertengkar. Bahkan pernah, suatu waktu, karena kekecewaan yang besar dan mendalam, ditambah dengan kondisi jiwa yang masih labil, maka salah satu diantara kami (Koko), sempat memutuskan tali persahabatan diantara kami bertiga. Ouch.. hahaha…
Tetapi toh, nyatanya yang namanya sahabat, sehebat apapun mereka bertengkar, pada akhirnya akan kembali erat berangkulan lagi.

Semenjak mereka meninggalkan Palembang, praktis kami hanya bisa berkomunikasi melalui telepon saja. Namun tidak ada yang berubah, kami tetap saling mengetahui kabar satu sama lain, hanya jarak saja yang memisahkan.

Dan kemarin, akhirnya kami bisa berkumpul lagi.
Mendadak, kami menghubungi beberapa teman semasa SMP lainnya untuk berkumpul. Kami pun melakukan semacam reuni kecil-kecilan bersama. Seru sekali, kawan..
Bahagia, adalah ketika mengetahui bahwa kenangan, humor, dan lawakan dimasa kecil, ternyata masih mampu memancing gelak tawa kami. Banyak sekali hal-hal kecil yang dapat membuat kami tertawa. Misalnya, saat sedang makan siang bersama kemarin, Asro dengan sedikit gerak -ujung jari telunjuk yang didekatkan ke lubang hidung- saja, sudah mampu membuat saya dan dia terpingkal-pingkal hebat, disertai muka yang memerah dan makanan yang tersembur keluar. Sementara Koko yang menjadi bahan bullying, hanya bisa tertawa getir menahan malu. Atau ketika saya yang tiba-tiba mengatakan, “Touching ma man..!!”.
Hanya dengan kalimat sakti itu, saya dan Asro pun kembali terpingkal-pingkal. Sementara Koko hanya bisa berpura-pura tidak mendengar apa yang saya katakan. Hahaha..

Ahh… senangnya bisa kembali bertemu dan berkumpul bersama sahabat lama.
Meminjam sebuah kalimat dari salah seorang teman, “Andai kebahagiaan itu bisa disuntik pengawet, dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin”, maka rasanya ingin sekali saya mengawetkan rasa bahagia karena bisa kembali berkumpul bersama sahabat, kemarin.

Wajah yang dahulu lucu dan menggemaskan, kini telah berubah dewasa dan menua.
Kini kami sibuk dalam usaha meraih mimpi dan cita-cita demi masa depan.
Untuk urusan karir, Asro dan Koko sudah lebih dahulu bekerja. Yap, kini Asro dan Koko sudah bekerja di sebuah kantor pemerintahan, sudah bisa mempunyai penghasilan sendiri.
Sementara saya.. saya masih harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ah, tak mengapa, bukankah memang untuk sebuah mimpi yang besar, ada jalan panjang dan berliku yang harus dilalui? #Pencitraan

Untuk urusan percintaan, bila tidak ada halangan dan rintangan, maka di bulan Oktober nanti, insyaAllah Asro akan mempersunting kekasih pujaan hati. #plokplok #cuitcuit
Sedangkan Koko, walaupun belum mempunyai rencana yang matang ke arah sana, tetapi sudah merasa mantap menjalin hubungan dengan kekasihnya saat ini.  Eciehh so sweet..
Sementara saya, nah ini.. ini.. ini nih yang nggak enak banget untuk diceritain, menyedihkan.
Saya masih belum punya pacar juga sampai detik ini. *nangis* *ngais-ngais tanah*
Etapi saya single bukan berarti tidak berdoa dan berusaha untuk cinta loh, saya ini single karena tidak mau bermain-main dengan cinta. #LagiLagiPencitraan
Well, untuk urusan karir dan percintaan mereka boleh saja lebih unggul daripada saya. Tetapi untuk urusan mata, saya dong matanya jauh lebih sipit dibanding yang lain.. :’|

Besok kalau reuni lagi, mungkin tidak akan hanya kami bertiga saja, tetapi sudah berenam bersama pasangan masing-masing, atau bahkan ditambah juga bersama anak-anak kami yang lucu. Nantikan cerita kami, di 10 tahun mendatang.. ;’)

Bertiga, versi remaja (2008)

Futsal bareng (2008)

  1. Jiahaha.. Kayaknya cocok jadi boyband Mas..
    Yaudah, bikin album aja mas biar bisa mengalahkan boyband yg ada di Indo..
    haha #kabur

    • niken
    • June 29th, 2012

    Aduh, senengnya bisa bertemu lagi dengan teman masa kecil.. Sekarang saya sedang berusaha berhubungan lagi dengan teman SD, tapi sulit juga karena saya sudah banyak lupa wajah-wajah mereka (dan saya belum juga berumur 30!). Silaturahmi selalu menyenangkan dan menenangkan, Alhamdulillah :)

    • Si Ochoy
    • July 31st, 2012

    Ngiahahahhahahaha! Ketawa tapi agak personal juga ceritanya buat gue..

    Well, kita sama-sama punya God-Sent Friends, dan mereka lah yg sepertinya harus dijaga..hahah.. Tapi pernah gak berantem gara2 cewek mas? #SeriusNanya

    “saya ini single karena tidak mau bermain-main dengan cinta. #LagiLagiPencitraan” < I think i dont believe it at this time… *siul2*

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: