STUDY! It’s time to work a little harder

Selasa, 25 September 2012

Tugas-tugas kuliah sudah mulai menghampiri. Mulai dari yang sekedar disuruh membaca Undang-Undang, menilai putusan-putusan Mahkamah Agung, hingga me-resume dan menganalisa kasus yang tebalnya lumayan. Well, cukup membuat kami terpaksa harus mengatur dan mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Yep, karena kan waktu berlalu dengan begitu cepat. Tau-tau sudah malam saja. Tau-tau sudah hari minggu lagi. Tau-tau sudah berganti bulan. Wah, tau-tau… tau-tau.. maka kalau tidak pintar dan cerdik mempergunakan waktu, ya rugi sendiri. Makanya, sekarang saya sudah mulai berhenti menonton tv. Lebih baik waktunya saya pergunakan untuk membaca buku atau mengerjakan tugas-tugas saja kan. Jauh lebih bermanfaat.

Kegiatan perkuliahan di dalam kelas, ditambah dengan tugas-tugas yang menumpuk, telah membuat sebagian teman saya mulai berfikir untuk berplesiran ke tempat-tempat wisata. Kalau kemarin isi percakapan grup BBM banyak didominasi oleh bahasan-bahasan tentang perkuliahan, maka akhir-akhir ini isinya sudah mulai didominasi oleh destinasi-destinasi dan rencana-rencana untuk melakukan liburan bersama. Bandungan, Jogjakarta, hingga Lombok, semua dibahas. Bahkan, salah seorang teman dekat saya pun berkali-kali mengajak saya untuk bermain sepatu roda di kawasan Simpang Lima. Untuk membuang penat, katanya. “Agraria.. agraria.. agraria.. waris.. waris.. waris.. bisa pusing kalau harus terus berhadapan dengan buku” Kata teman saya dengan logat khas Manado-nya. Hahaha..

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa tugas-tugas dan segala hal yang berkaitan dengan perkuliahan sangatlah meletihkan. Tapi ah, saya pikir wajarlah. Bukankah semua hal membutuhkan yang namanya sebuah proses? Semua butuh usaha. Ya, tidak ada yang mudah di dunia ini. Tidak ada satu hal pun yang instan. So, kalau mau jadi pintar, plus mendapat nilai bagus, ya belajar. Kalau ada tugas, ya dikerjakan dengan baik. Bukankah “kerja keras” telah membuktikan, bahwa orang yang tadinya biasa-biasa saja, bisa menjadi luar biasa. Pun begitu dengan “kemalasan” dan “berleha-leha”, ia telah membuktikan bahwa mereka yang dulunya berjaya, bisa jatuh tersungkur hingga tak berdaya.

Kalau mengenai liburan ataupun traveling, maka saya sudah memutuskan, selama kuliah ini, saya tidak akan kemana-mana. Saya hanya akan fokus pada kuliah saja. Liburan bagi saya itu ya paling kalau lagi weekend. Kalau weekend, biasanya saya akan pulang ke rumah keluarga saya di Magelang. Menjalin silaturahim, biar tetap awet muda, sekalian untuk perbaikan gizi, hahaha… Ataupun nanti kalau saatnya libur semester, baru saya akan pulang ke Palembang. Selain itu, maka tidak ada rencana traveling kemana-mana.

Lha kenapa, Dit? Kok begitu?
Iyalah, gimana saya mau traveling jauh-jauh, menikmati sunrise/sunset, memotret pegunungan, pantai, dll, kalau pikiran saya hanya ke buku-buku di dalam kamar yang belum sempat habis saya baca. Lha wong minggu lalu saja ketika saya pulang ke Magelang, dan lupa membawa salah satu buku pelajaran saja, bisa bikin saya menyesal setengah hidup. Tidak ada waktu tanpa membaca deh pokoknya. Hahaha…

Ah, masa’ cuma gara-gara itu aja sih, Dit?
Nah, selain itu, saya juga merasa sayang saja kalau duitnya dipake untuk traveling. Lebih baik kalau uangnya dihabiskan untuk membeli buku. Hahaha… buku lagi, buku lagi. Iya, beneran, lebih baik untuk nambah-nambah beli buku deh. Gila aja, sudah bukunya tebel-tebel, harganya juga tebel euy. Malahan, ada beberapa buku yang seharga dengan paket wisata di Karimunjawa selama 4 hari 3 malam. Ngehe’ nggak tuh? :D

Oh.. Terus, gue harus koprol sambil bilang Woow, gitu? #korbaniklan
Ya, nggak juga sih. Cuma jangan sedih aja kalau nanti saya jadi jarang menulis blog. Apalagi menulis mengenai traveling dan semacamnya. Karena untuk menulis yang sekarang ini saja, saya harus sudah menyelesaikan semua tugas-tugas kuliah dulu, harus sudah belajar dan membaca beberapa halaman buku, harus sudah membersihkan kamar, dan memastikan bahwa cucian baju sudah kelar semua. Hehe.. keren kan saya.

Sebenarnya sih terkadang ada terbersit rasa rindu ingin memotret, ingin jalan-jalan, tapi ah.. demi masa depan, demi meraih cita-cita dan impian… apa salahnya sih libur dulu dari hal-hal yang menyenangkan. Libur sejenak dari hobi dan kegemaran. Apalagi dengan dukungan dari keluarga saya, dan fasilitas-fasilitas yang telah diberikan untuk mendukung saya selama disini. Mulai dari baju-baju, celana, hingga sepatu baru. Laptop baru, buku-buku, dan lain sebagainya. Bahkan berpindah kost baru. Iya, kemarin waktu pertama kali saya sampai di kota ini, karena sudah menjelang maghrib, jadi saya “asal” menyewa sebuah kamar kost di dekat kampus. Uang kost sudah saya bayarkan untuk satu bulan sebesar Rp.500rb. Ternyata kondisi kostnya sangat tidak nyaman dan membuat saya tidak betah. Ketika saya utarakan masalah tersebut kepada keluarga saya melalui telepon, mereka pun mengijinkan saya untuk pindah mencari kost baru yang lebih baik. Saya bilang, “sayang ah, sudah dibayar masa’ ditinggal.. Adink pindahnya bulan depan saja”. Tetapi keluarga saya malah mengatakan, bahwa kalau saya sudah merasa nggak nyaman, ya lebih baik pindah mencari kost baru yang lebih nyaman. Jadilah, kost yang baru ditempati selama 3 hari itu, saya tinggalkan, tanpa uang sepeser pun yang dikembalikan.

Dan yang terkini, saya dibelikan sebuah motor baru oleh Ayah dan Bunda. Ya, mengingat kebutuhan saya akan sebuah kendaraan, agar bisa lebih mudah apabila ingin pergi hunting buku-buku, maka ayah dan bunda pun berniat untuk membelikan saya sebuah sepeda motor baru. Pertamanya sih saya bilang sama ayah dan bunda, kalau saya lebih baik dikirimin motor dari Palembang saja, motor yang ada dirumah. Tetapi ayah dan bunda tetap ingin membelikan saya sebuah motor baru. Saya, karena umur yang sudah tidak muda lagi, apalagi saya ini anak laki-laki, rasanya kok malu ya kalau di umur segini masih saja terus diberi. Maka saya pun mengatakan kepada ayah dan bunda, agar saya dibelikan motor bekas saja. Biar lebih murah, dan lebih praktis. Tetapi tetap, ayah dan bunda ingin membelikan saya sebuah motor baru. Dah yah, akhirnya sebuah motor matic baru telah berada di pelukan saya. Sudah ikut memenuhi garasi di kostan ini.

Nah, untuk semua support yang telah keluarga saya berikan kepada saya, adakah cara lain untuk membalasnya, kecuali dengan sebuah prestasi? Bukan berarti saya mengincar IPK 4.5 loh, hahaha.. tetapi paling tidak, lulus cepat saja, itu sudah cukup. Ya akan lebih bagus lagi kalau saya lulusnya lebih cepat dari yang lainnya. :D Makanya saya harus fokus.

Emang bisa, Dit?
Hayah, ngece nih, ya bisa lah, kan saya anak pinter, :p

Tenang, kawan. Walaupun saya selalu belajar, selalu membaca buku, dan mengerjakan tugas-tugas hingga larut malam tanpa diimbangi dengan traveling, tetapi saya tetap keren kok. Hahaha… Tidak lantas membuat saya terlihat seperti seorang kutu buku yang selalu berdiam diri di dalam kamar. Saya tetap rutin berolahraga, mengkonsumsi sayur dan buahan. Bahkan walaupun sudah memiliki motor, tetap saya selingi dengan berjalan kaki.

Nggak percaya nih kalau saya masih tetap keren? Nggak percaya? Mau buktinya? Mau saya kasih lihat foto  terbaru saya kah? Hmm… kasih lihat nggak eaaa… :p

Tenang, kawan. Walaupun saat ini saya libur jalan-jalan-nya, tapi nanti, nanti.. setelah saya lulus kuliah, kemudian membuka kantor sendiri, dan sukses, maka saya akan kembali menjelajahi tiap jengkal Indonesia tercinta ini. Lebih dari itu, saya akan melihat dunia. Saya akan ke Paris, Rusia, kemudian menjelajah seluruh Eropa, satu persatu. Lalu Afrika. Amerika. Asia. Semua. Mau ikut? Mau? Beneran mau ikut kah? Hmm.. ajak nggak eaaa… :p
——————————————————

Ps: Untuk saya, dan juga kalian. Untuk kita semua. Semoga impian kita, apapun itu, bahkan yang terdengar tidak masuk akal sekalipun, semoga pada akhirnya akan tercapai dan menjadi kenyataan. Amiinn…. Ganbatte..!!!

  1. tak simpen dulu ya pasport nya? Balinya uncle? balinya? keburu pindah lagi nih Ontednya? hahaha. Sukses ya uncle. Doa kami selalu menyertai

  2. yasudah… lamanya masa studi adalah yang biasa dikorbankan mahasiswa yang suka nongkrong dan jalan2…. untung kamu sadar lebih awal… sebebas2nya mahasiswa, sepanjang ia belum lulus, ia tidak akan pernah benar2 bebas…

    salam kenal

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: