Forgetting Paper

Now Playing: Details in the fabric – by Jason Mraz

Hari ini, tiba-tiba saja saya jadi rindu ingin kembali memainkan kamera saya yang sudah lama tidak tersentuh. Ingin rasanya kembali berburu moment, dan mengabadikannya ke dalam sebuah gambar. Hal yang sudah lama sekali tidak saya lakukan.

Dua hari yang lalu, saya kembali menonton film “Into the Wild” untuk kesekian kalinya. Dan di setiap malam menjelang tidur, telinga saya harus diperdengarkan dengan “Society”, “Rise”, ataupun “Long Nights” nya Eddie Vedder, yang merupakan Soundtrack dari film tersebut.

Maafkan saya yang meracau tak beraturan, tapi saya sedang benar-benar bosan dengan kota ini. Cuaca yang panas, kota yang tidak begitu bersih, banjir rob, orang dengan tattoo di sekujur badan dan berlagak bak jagoan yang banyak memenuhi area-area parkir dan pasar, pencurian motor, kemacetan, dan lainnya. huhuhu… mateng!

Saya merindukan suasana damai pedesaan, sejuknya udara pagi, dan senyum sapa dari warga yang memulai aktifitas di pagi buta. Saya ingin rehat sejenak dari aktifitas rutin setiap hari. Saya ingin pergi sementara dari kota ini. Libur dari hiruk pikuk suara band punk, ataupun metal, yang selalu terdengar setiap malam dari kost tempat saya tinggal. Saya ingin berada di tempat yang memaksa saya untuk mengenakan jaket karena udara dingin yang menusuk tulang, bukannya karena cuaca panas yang memanggang. Yang jelas, saya butuh suasana baru, ya.. suasana yang benar-benar baru. Walaupun hanya untuk beberapa hari di akhir bulan ini saja.. tapi itu cukup.

No homeworks, no textbook, no phone, no laptop, and no you.. on my mind.

“Mau kemana lu, boy?” tanya Bowo, teman satu kost saya, ketika melihat saya yang sedang sibuk membersihkan ransel.
“Jalan-jalan, boy. Menenangkan diri” jawab saya seadanya.
Dia pun tertawa.

“Mau kemana?” Tanyanya lagi.
“Alaska, Alaska!” jawab saya, sambil menirukan gaya bicara Christopher, tokoh utama di film “Into the Wild” yang kami tonton bersama beberapa hari lalu.
Kami berdua pun tertawa.

Sebenarnya saya belum memastikan kemana tujuan saya akan berlibur kali ini. Gamang… Yang jelas saya ingin keluar dari kota ini.. sementara. Entah ke Dieng, atau Karimunjawa, atau Bali? Oh ya, Bali.. mumpung masih ada sepupu saya yang tinggal disana. Ah, tapi Bali agak sedikit terlalu jauh, jika menghitung waktu libur yang saya punya, hanya 4 hari saja. Semuanya masih kabur, masih belum ada yang pasti.. satu yang pasti hanyalah bahwa saya akan tetap pergi berlibur, walaupun masih belum jelas tujuannya.

“Ah lu lebay ah.” Kata Bowo lagi, yang seperti tidak rela saya tinggalkan sendirian di kost. “Nanti aku ngapain sendirian di kost nggak ada temen, nggak ada kerjaan.” Sambungnya
“Gue butuh menenangkan diri, boy.” Jawab saya memberi penjelasan.
————————————————————
Calm down, Deep breaths,
And get yourself dressed, Instead of running around,
And pulling all your threads, and breaking yourself up,
If it’s a broken part, replace it,
If it’s a broken arm then brace it,
If it’s a broken heart then face it.
And hold your own, know your name and go your own way,
and everything will be fine.
(Details in the fabric – Jason Mraz)
————————————————————-
“Malem ini gue berangkat. Mau oleh-oleh nggak nih?”
“Ya mau lah… awas aja lu nggak bawain aku oleh-oleh. Aku bakar nanti kamar lu, hahaha…”
“Santai, nanti oleh-olehnya gue bawain cewek bohai yah. Hahaha…”

Ps: And yes, You will never know true happiness until you have truly loved, and you will never understand what pain really is until you have lost it.
  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: