Jangan Santai, Bray!

success

Halo, kawan…
Sudah semingguan ini cuaca di Semarang sungguh sangat bersahabat, lho. Friendly.
Ya, hujan yang mengguyur kota ini hampir setiap hari, membuat suhu udara menjadi lebih nyaman untuk dinikmati. wuiss.. adeeeemmm.

Terlepas dari dampak kerugian yang ditimbulkannya, yaitu air yang banyak menggenangi sudut-sudut kota, dan bencana kecil yang dirasakan oleh pengusaha bisnis laundry kiloan yang kesulitan untuk mengeringkan pakaian para pelanggan, kondisi seperti ini sungguh sangat-sangat menguntungkan bagi saya, hehe… anak kuliahan, anak kost, pendatang pula, yang semenjak pindah menetap di kota ini, belum pernah sekalipun merasakan udara kota yang dingin seperti sekarang. Ini Semarang tapi berasa Magelang loh, beneran, haha…

Bayangkan, suhu udara pada jam 12 siang yang biasanya sangat terik menggigit, kini terasa sungguh lembut membelai kulit. Sejuk. Sleepable banget deh pokoknya.
Ah, jangan heran kalau akhir-akhir ini saya jadi semakin betah untuk berlama-lama berada di dalam kamar. Bercanda gurau dengan bantal dan guling kesayangan. Uhhh…. Surga!
Ya, tiba-tiba saja bantal dan guling saya bertingkah sangat posesif kepada saya. Seperti tak pernah rela jika saya berada jauh dari mereka. *hugs*

Namun ada satu kendala yang selalu berusaha merintangi, dan mencoba untuk memisahkan keakraban antara saya dan si bantal guling ini. Duh.. Kendala itu bernama “Jangsan”. Sebuah catatan pendek yang tertancap pada styrofoam di dekat tempat saya biasa belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Pffttt…

Si “Jangsan” ini, si catatan pendek ini, walaupun pendek dan singkat, tetapi nge-jleb banget kena di hati. Nusuk-nusuk. Sakit. Perih. Beneran sakiitt. Beneran periiihh. haha..
Jangan tanya berapa kali saya sudah berniat untuk melenyapkannya, uh, ratusan kali! Tapi saya nggak pernah tega untuk melakukan itu. Huhu… Dilema.

Oh Syit! Syiiiiittttttt!!! Hahahaha…

Biasanya sih kalau saya lagi masa bodo, saya merem-meremin aja mata saya. Pura-pura nggak liat si “Jangsan” ini. Atau terkadang juga demi untuk melepaskan rasa bersalah, saya pegang saja satu buku, pura-pura baca sambil tiduran, terus tidur beneran deh. Hahahaha…
Iya loh, kawan. si “Jangsan” ini seperti punya mata saja yang selalu mengawasi saya. Nah kalau saya lagi males-malesan, matanya itu suka tajem banget ngeliatin saya. Horor banget.
Derita banget ini, sumpah ini deritaaaaa.. haha…

dream

_____

Anyway, hari kamis nanti, tanggal 21 november, saya akan menghadapi seminar proposal tesis. Mohon doanya yah kawan, semoga saya lancar nanti ketika presentasinya, dan baik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji. Aminn..
Karena walaupun ini hanya seminar proposal, tapi gugupnya itu loh, hehe.. gugupnya nggak santai banget mamen.

Doakan yah kawan.
Gracias…
Jazaakallahu khairan..

Too much fun will get you in trouble,
Percayalah, kerja keras tak akan pernah mengkhianati kita,
Jangsan.. Jangan Santai! hehe…

Salam hangat sehangat hati saya, untuk kalian semua..
-Aditya Permana

  1. Jangsan = jangan santai… gw pikir nama tokoh kartun korea.. #sejak kapana da kartun korea yes?

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: