Archive for the ‘ 4. Receh yang menggenapkan ’ Category

Besties

2 (3)Pose di depan gedung Fakultas Hukum Undip

Alhamdulillah, akhirnya saya lulus juga kuliahnya. Terima kasih Ya Allah..
Kalian tau, kawan, lusa nanti saya sudah akan meninggalkan kota ini, berpisah dengan teman-teman baik saya, untuk kembali ke kampung halaman.

Berpisah dengan teman-teman baik itu sedih sekali rasanya. Teman-teman yang dengan mereka lah saya melewati hari demi hari di perantauan. Teman-teman baik tempat berbagi suka dan duka. Continue reading

Advertisements

(….)

Now Playing:  The Scientist  – by Coldplay

Waitin'

Aku selalu duduk di kursi yang sama di dalam cafe itu.
Memandangi kacanya yang berbilur debu,  kadang bebercak cipratan air hujan.
Harapanku hanya satu, mendudukkanmu di kursi seberang mejaku.
Lalu kita berbincang tentang semua, tentang impian, tentang masa depan.
Dan aku bebas menatapi matamu yang berbinar terang.

Namun, kau tahu..
Harapanku tentangmu selalu hanya akan melayang di angan-angan.
Kursi seberang tetap kosong.  Gelasku sendirian. Aku pun. Continue reading

Jangan Santai, Bray!

success

Halo, kawan…
Sudah semingguan ini cuaca di Semarang sungguh sangat bersahabat, lho. Friendly.
Ya, hujan yang mengguyur kota ini hampir setiap hari, membuat suhu udara menjadi lebih nyaman untuk dinikmati. wuiss.. adeeeemmm.

Terlepas dari dampak kerugian yang ditimbulkannya, yaitu air yang banyak menggenangi sudut-sudut kota, dan bencana kecil yang dirasakan oleh pengusaha bisnis laundry kiloan yang kesulitan untuk mengeringkan pakaian para pelanggan, kondisi seperti ini sungguh sangat-sangat menguntungkan bagi saya, hehe… anak kuliahan, anak kost, pendatang pula, yang semenjak pindah menetap di kota ini, belum pernah sekalipun merasakan udara kota yang dingin seperti sekarang. Ini Semarang tapi berasa Magelang loh, beneran, haha… Continue reading

CardtoPost

Now Playing : Sad Statue – by System of a down

Sudah lebih dari 3 jam saya menatap layar laptop, iya.. 3 jam lebih. Niatnya sih mau mengerjakan proposal tesis, tapi apa boleh buat, sudah 3 jam tapi baru dapet 1 paragraf saja. Dan sumpah, otak saya terasa panas. Hehe…

Ini gara-garanya si Ardhi, teman saya yang satu bimbingan tesis. Tadi sore sewaktu dikampus, dia mengajak saya untuk mengajukan proposal kepada dosen pembimbing dalam minggu ini. Gilak men.. cepet sekali dia selesainya, nggak tau deh dimana dia “ngupahin” proposalnya itu, hahaha. Alhasil saya pun jadi panik bin kalap. Makanya ketika sepulangnya dari kuliah, saya langsung mandi, sholat, makan malam, terus ya sekarang ini nih, di depan laptop aja. Continue reading

26

26, usia bertambah.

Tak perlu banyak ucapan, tak perlu pesta perayaan, hanya berharap doa tulus dari mereka yang ternyata masih mengingat tanggal ini, walaupun tanpa alarm dari social media yang sudah 3 tahun belakangan saya nonaktifkan. Terima kasih.

Selamat ulang tahun, Uncle.
Selalu ingat bahwa engkau adalah seorang lelaki.
Anak lelaki, hidupnya harus berjaya. Harus!
Raih mimpi-mimpimu, satu persatu, hingga semuanya.
Jadilah kebanggaan orangtua, kebanggaan keluarga.
Jangan lagi jadi anak manja.
——————————————————————–

Adit

Sewaktu kecil, anak-anak lelaki menjadi perhiasan mata..
Karena lucunya, karena dia tumpuan harapan.
Maka setelah dia besar,
dia menjadi kebanggaan karena kejayaan hidupnya.
-Buya Hamka

Forgetting Paper

Now Playing: Details in the fabric – by Jason Mraz

Hari ini, tiba-tiba saja saya jadi rindu ingin kembali memainkan kamera saya yang sudah lama tidak tersentuh. Ingin rasanya kembali berburu moment, dan mengabadikannya ke dalam sebuah gambar. Hal yang sudah lama sekali tidak saya lakukan.

Dua hari yang lalu, saya kembali menonton film “Into the Wild” untuk kesekian kalinya. Dan di setiap malam menjelang tidur, telinga saya harus diperdengarkan dengan “Society”, “Rise”, ataupun “Long Nights” nya Eddie Vedder, yang merupakan Soundtrack dari film tersebut.

Maafkan saya yang meracau tak beraturan, tapi saya sedang benar-benar bosan dengan kota ini. Cuaca yang panas, kota yang tidak begitu bersih, banjir rob, orang dengan tattoo di sekujur badan dan berlagak bak jagoan yang banyak memenuhi area-area parkir dan pasar, pencurian motor, kemacetan, dan lainnya. huhuhu… mateng!

Saya merindukan suasana damai pedesaan, sejuknya udara pagi, dan senyum sapa dari warga yang memulai aktifitas di pagi buta. Saya ingin rehat sejenak dari aktifitas rutin setiap hari. Saya ingin pergi sementara dari kota ini. Libur dari hiruk pikuk suara band punk, ataupun metal, yang selalu terdengar setiap malam dari kost tempat saya tinggal. Saya ingin berada di tempat yang memaksa saya untuk mengenakan jaket karena udara dingin yang menusuk tulang, bukannya karena cuaca panas yang memanggang. Yang jelas, saya butuh suasana baru, ya.. suasana yang benar-benar baru. Walaupun hanya untuk beberapa hari di akhir bulan ini saja.. tapi itu cukup.

No homeworks, no textbook, no phone, no laptop, and no you.. on my mind. Continue reading

STUDY! It’s time to work a little harder

Selasa, 25 September 2012

Tugas-tugas kuliah sudah mulai menghampiri. Mulai dari yang sekedar disuruh membaca Undang-Undang, menilai putusan-putusan Mahkamah Agung, hingga me-resume dan menganalisa kasus yang tebalnya lumayan. Well, cukup membuat kami terpaksa harus mengatur dan mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Yep, karena kan waktu berlalu dengan begitu cepat. Tau-tau sudah malam saja. Tau-tau sudah hari minggu lagi. Tau-tau sudah berganti bulan. Wah, tau-tau… tau-tau.. maka kalau tidak pintar dan cerdik mempergunakan waktu, ya rugi sendiri. Makanya, sekarang saya sudah mulai berhenti menonton tv. Lebih baik waktunya saya pergunakan untuk membaca buku atau mengerjakan tugas-tugas saja kan. Jauh lebih bermanfaat. Continue reading