Posts Tagged ‘ Nasionalisme ’

Negara Hutan

Sebuah kisah nyata yang terjadi di sebuah Sekolah Dasar di desa Talang Mamak, Riau.

“Ini gambar siapa?” tanya reporter tv sambil memperlihatkan bingkai foto Presiden SBY.
“Bupati!”  jawab salah seorang murid perempuan dengan setengah berteriak.
Saya pun tidak bisa menahan tawa saya. Sangat menggelikan mengetahui bahwa ternyata masih ada rakyat yang tidak mengenal sosok presiden-nya sendiri. Hahaha…

“Kalo tulisan ini, “my darling”, apa artinya?” tanya reporter tv lagi sambil menunjuk ke sebuah tulisan yang terdapat pada sebuah halaman buku tulis kepunyaan salah seorang murid.
My darling artinya datang kemari” kata salah seorang murid laki-laki dengan polosnya.
Saya pun kembali tertawa mendengar jawaban super konyol tersebut. Hahaha…
Tapi ah, tentu merupakan sebuah kewajaran jika mereka tidak mengenal bahasa inggris, karena untuk bisa membaca dan menulis pun sudah termasuk beruntung buat mereka. Continue reading

Mari berbuat, demi Ibu tercinta!

Foto Putrithewicked

Disini, di tanah ini, saya dan kalian dilahirkan.
Negeri ini, tak pernah berhenti memberi, walau sering dikhianati.
Tanah ini, Negeri ini, ia adalah Ibu! Continue reading

Jelajahi Negerimu! Cintai Negerimu!

Baru-baru ini saya membaca sebuah tulisan yang ditulis oleh salah seorang teman saya, yang isinya menghujat tentang berbagai “drama” yang sedang terjadi di negeri ini. Tulisan itu pun kemudian dikomentari oleh beberapa orang teman saya yang lainnya. Karena merasa satu ide, mereka pun kemudian bergabung, bersama menghujat pemerintahan, bersama menghujat para pejabat negeri. Dan akhirnya, mereka pun menyudahinya dengan sebuah komentar yang kira-kira seperti ini bunyinya,
“Minta suaka sama Australia yuk, trus pindah kewarganegaraan. Enak kali ya”

Bercanda, Bisa jadi. Tetapi tetap saja saya miris ketika membacanya.
Dimana rasa nasionalisme itu? Dimana rasa cinta akan bangsa itu?
Para pemuda yang seharusnya menjadi tulang punggung sebuah bangsa, yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa untuk menuju ke arah yang lebih baik, malah kemudian membenci negaranya sendiri. Maka jangankan Ibu Pertiwi, Bapak Pertiwi pun akan menangis tersedu ketika melihat kondisi generasi penerus bangsa yang seperti ini.
*** Continue reading