Posts Tagged ‘ Receh ’

Merantau

Now Playing: Don’t you remember – by Adele

Belakangan ini, mood saya cenderung kurang baik. Entah kenapa, akhir-akhir ini saya agak sulit untuk tertawa. Kalau kata orang sih, senggol bacok. Ya, mungkin seperti itulah perumpamaan-nya. Akhir-akhir ini saya lebih sering tidur. Berdiam diri, tapi bukan meditasi. Dan sering asyik bermain dengan pikiran sendiri. Wow, alangkah produktifnya keseharian saya. Saya juga lebih senang mendengarkan lagu-lagu dari koleksinya Adele. Set fire to the rain, Rolling in the deep, Don’t you remember, dan lainnya. Bukan karena saya sedang galau masalah percintaan, bukan. Tapi entahlah, saya merasa sedang cocok saja dengan lagu-lagu itu. Mungkin, hal ini disebabkan karena sebentar lagi, saya akan segera pergi merantau ke pulau seberang. Ya, hanya tinggal hitungan jam saja sebelum akhirnya saya akan pergi sementara meninggalkan keluarga, untuk belajar, demi meraih impian dan cita-cita. Continue reading

THIS IS YOUR LIFE


Open your mind, arms, and heart to new things and people.

We are united in our differences.

Some opportunities only come once.
Seize them.

Travel often.
Getting lost will help you find yourself.

LIFE IS SHORT.
LIVE YOUR DREAM,
AND SHARE YOUR PASSION.

Setiap kita punya cerita

Disarankan ketika membaca tulisan ini, ada baiknya jika sembari mendengarkan lagu “perahu kertas” by Maudy Ayunda. Biar hatinya balance, bisa sedikit cooling down mamen :d
——————————————-
Setiap kita punya cerita…
Lantas kenapa ada orang yang merasa lebih dari lainnya?
Bukankah “dewasa” tak mengenal usia?
Dan dengan menjadi tua, bukan berarti kita tahu segalanya.

Continue reading

Kawanan Burung

Saya ingat dulu ketika kecil, saya pernah diajak paman saya ke sebuah hutan. Di dalam hutan itu, paman hendak melepaskan seekor burung cantik yang telah lama ia pelihara ke alam bebas. Saat itu saya merasa begitu gembira, dada saya berdegup kencang, tangan saya tak berhenti bertepuk, tidak sabar untuk melihat kepak sayap sang burung yang terbang kembali ke alamnya. Kemudian, paman pun melepaskan burung tersebut dari dalam genggamannya, mencoba menerbangkan sang burung ke habitat aslinya. Tapi burung itu malah jatuh ke tanah. Ia terus mencoba untuk mengepakan sayap, namun hanya mampu merayap. Saya terdiam. Paman terdiam. Kami berdua terdiam. Antiklimaks!

Burung, mereka ditakdirkan untuk bebas. Sayap mereka kokoh karena kecintaan mereka akan terbang. Meliuk indah di sela-sela pepohonan, terbang mengikuti arus sungai hingga membelah angin terus keatas menembus awan. Merasakan bebas tanpa ada sekat yang mengikat. Mereka tau apa yang dimau. Tidak bingung tidak pula linglung. Hari ini melintasi pegunungan, esok hari mengunjungi lautan. Malam ini tidur di atas dahan, esok lusa pindah menginap di celah bebatuan. Rumah mereka adalah alam, bukan sebuah sangkar buatan. Continue reading

Trip the Light | Where the Hell is Matt – 2012

Now Playing: Trip the Light – by Alicia Lemke

…We’re gonna trip the light, we’re gonna break the night. And we’ll see with new eyes….
Tak terhitung sudah berapa puluh kali lagu ini saya putar. Menemani saya memulai aktifitas di pagi hari, siang, hingga menjadi teman pengantar tidur yang menenangkan.

Trip the Light. Lagu ini pertama kali saya dengar ketika seorang teman dekat memberikan sebuah link video, yang merujuk kepada video dengan judul “Where the Hell is Matt -2012”. Sebenarnya saya sudah sempat beberapa kali melihat video serupa, hanya tahunnya saja yang berbeda. Ya, ketika itu saya melihat edisi “Where the Hell is Matt -2008”. Kala itu, saya merasa takjub dan kagum pada salah satu adegan di dalam video tersebut, yaitu ketika si Matt Harding – tokoh utama sekaligus otak dibalik pembuatan video Where the Hell is Matt- sedang berjoget di antara batuan karang di salah satu pantai yang ada di Tongatapu, Tonga. Saat sedang asyik berjoget itulah, tiba-tiba datang sebuah ombak laut yang cukup kencang, dan kemudian menabrak karang tempat dimana Matt sedang berdiri, sehingga menimbulkan percikan air yang tinggi, dan menutupi tubuh Matt sepenuhnya. Matt pun menghilang ditelan ganasnya ombak yang menghujam karang. “Wow.. keren sekali!” batin saya ketika itu. Continue reading

Lesson #2. Healthy is Happy

Wow…  akhirnya saya bisa kembali menulis di blog tercinta ini! Luar binasa, hahaha…
Jadi ceritanya saya ini baru sembuh dari sakit, kawan.
Iya, kemarin lalu sepulang dari Bromo, tiba-tiba saya merasa tidak enak badan -ini sudah saya ceritakan di posting sebelumnya- tetapi setelah saya pulang ke Palembang, ternyata sakit itu kambuh lagi, malah terasa jauh lebih parah dari sebelumnya. Continue reading

Lesson #1. Priority

Wah, ternyata sudah lebih dari dua minggu saya tidak menulis di blog *bersihin jaring laba2*.
Oh iya, buat kawan-kawan yang belum tau, saat ini saya sedang tidak berada dirumah loh. Sudah lebih dari dua minggu saya jauh dari keluarga. Kemana? Pulau Jawa. Jawa Tengah! Dalam rangka apa? Dalam rangka usaha menggapai impian.
Disini, koneksi internetnya tidak sebaik dirumah. Makanya saya jarang bisa menulis di Blog. Karena jangankan untuk menulis blog, membuka email pun saya harus ekstra bersabar. Continue reading